MESUJI (Lampost.co) -- Pembangunan infrastruktur jaringan listrik PLN di Mesuji-Dipasena terus dikebut. Salah satunya dengan mengumpulkan sosialisasi warga yang tanahnya bakal dilintasi dan menjadi tapak tower PLN.

Sosialisasi di Desa Simpangmesuji, Kamis (31/5/2018) diikuti tujuh warga yang terkena tapak tower. Kemudian, Kabag Tapem, Gunarso, Camat Simpangpematang, Darwis, Camat Pancajaya, Taufiq Widodo, SIP,. MIP, Kades Simpangmesuji, Supardi.



Kabag Tapem Pemkab Mesuji Gunarso mengatakan, pembangunan jaringan listrik Mesuji-Dipasena merupakan program Nasional bersamaan dengan dibangunnya GI Mesuji.

Tahun sebelumnya Mesuji ada pembebasan lahan 58 titik 6 desa. Kemudian bertambah 6 titik di Simpangpematang. Jalur PLN saat ini adalah jalur Gumawang-Mesuji-Dipasena-Seputihbanyak.

"Jika koneksi listrik ini berjalan, Kita nanti surplus daya listrik," ujarnya.

Sementara, dari perwakilan TP4D Kejati Lampung, Ridho, mengatakan tujuan kejaksaan mengawal pelaksanaan ganti rugi agar benar-benar obyektif. Sehingga warga dapat mendukung program ini.

"Jangan ragu. Kita kawal. Kita pastikan sesuai dengan aturan berlaku," ujarnya.

Sedang dari Polres Mesuji, Iptu. Sumadi, menyebutkan untuk mendukung pembangunan nasional. Pemerintah pasti memperhatikan warga. "Sekarang ini, tidak ada ganti rugi. Adanya ganti untung. Jadi pasti memperhatikan masyarakat," ujarnya.

Kades Simpangmesuji, Supardi, menyebutkan progres pembebasan tinggal selangkah lagi. "2019 awal teraliri listrik. Masyarakat supaya yang punya lahan, diiklaskan. Nanti ada tim penilai besaran ganti rugi. Untuk Desa Simpangmesuji, semua menerima ganti rugi ini," ujarnya.

Selanjutnya sosialisasi yang sama di Desa Muktikarya, Kecamatan Pancajaya, juga diikuti Forkopimda, dan TP4D Kejati. Diikuti oleh 17 warga yang lahannya terkena tapak tower.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR