MESUJI--Para sopir truk yang melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang jalur dari Simpang Pematang hingga perbatasan Agungbatin, Kabupaten Mesuji, Lampung mengeluhkan praktik pungutan liar diduga dilakukan oknum polisi.
Menurut para sopir truk itu di Mesuji, Senin (27/3/2017), saat ini pungli kembali terjadi di Jalintim Sumatera, tepatnya sepanjang jalur dari Simpang Pematang sampai dengan perbatasan Agungbatin, Mesuji.

Keresahan para sopir itu akibat adanya beberapa oknum polisi dari polres setempat diduga masih melakukan pungli terhadap para sopir truk yang melewati jalan negara tersebut.
Beberapa sopir, antara lain Andi, mengaku merasa resah.
"Saya dari angkutan ekspedisi, hari ini lewat jalur Mesuji melakukan konvoi bersama 5 truk fuso. Kami dimintai uang per mobil Rp500 ribu dengan alasan uang keamanan," katanya.
Padahal, menurutnya, pihkan warga umumnya selama ini sudah merasa aman selama jembatan timbang tutup.

Tapi kenapa, akhir-akhir ini kembali marak pungli di Mesuji, diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai anggota Polri dari Polres Mesuji.
"Kalaupun itu benar salah satu perbuatan oknum anggota Polres Mesuji, kami menyayangkan hal tersebut. Seharusnya polisi bisa memberikan rasa aman, kenapa kok sekarang malah terbalik, polisi yang membuat resah para sopir," kata Andi dengan nada kesal.

Salah satu sopir lain menyatakan bahwa mereka ada yang dimintai uang Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta. Padahal para sopir itu sering melintas Jalintim itu.
Mereka meminta Kapolda Lampung bersama Mabes Polri untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR