WAY KANAN (Lampost.co) -- Sopir bus Rosalia Indah AD-1666-CE warna biru yang kontra dengan truk tangki di Way Kanan telah ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut yang terjadi pada Senin,16 September 2019, tepatnya di jalan lintas tengah Sumatera, Kampung Way Tuba, KM229, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way kanan..

Penyidik telah memeriksa tiga saksi terkait kecelakaan yang menyebabkan delapan orang tewas. Yaitu sopir bus Rosalia Indah, Amin Syaifudin; sopir cadangan bus Rosalia Indah, Samadi, dan mekanik truk tangki Ari Iswahyudi.



Hal itu, disampaikan Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro, saat dihubungi Lampost.co, Rabu, 18 September 2019. "Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang saat ini telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. "Sopir kita tetapkan sebagai tersangka akibat kecelakaan lalu lintas tersebut dengan jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 8 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 22 orang," jelasnya.

Dia mengatakan saat ini, pihak kepolisian menentukan Pasal 310 ayat 3 dan 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 310 ayat 3 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 juta.

Sementara, Pasal 310 ayat 4 UU yang sama menyebutkan, dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 juta.

"Saat ini masih proses pendalaman terkait permasalahan tersebut dan untuk informasi lebih lanjut akan disampaikan kembali setelah gelar perkara," ungkapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR