BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menginjak usianya yang ke dua tahun, organisasi Solidaritas Mahasiswa Batak (Somba) Lampung menggelar kegiatan penutup yang semarak.

Sekretaris Umum organisasi Somba Lampung Dahlia Hutajulu bersama Ketua Umum Somba Lampung 2018 Hotlan A Adventus Sitompul mengatakan kegiatan tersebut juga dalam rangka merayakan dies natalis Somba Lampung tahun kedua. "Kami telah mengadakan berbagai rangkaian kegiatan seperti lomba futsal, solo song, vocal group dan tari kesenian batak," kata dia kepada Lampost.co di Balai Keratun Komplek Pemprov Lampung, Minggu (12/5/2019) sore.



Keguatan digelar sejak kemarin, dan hari ini sebagai acara penutup dan pelantikan kepengurusan yang baru, dihadiri oleh keluarga besar mahasiswa batak dan Kerabat Lampung. Berbagai macam tarian seperti aneka tari tor tor,  yakni tor tor Batak Toba, Batak Simalungu dan beberapa jenis lainnya ditampilkan dalam event tersebut.

"Ada juga kegiatan doorprize, rangkaian bentuk tari legenda Patung Sigale-Gale tarik kreasi batak yang bersejarah yang dibawakan mahasiswa, " ujarnya.

Sementara kepengurusan Somba Lampung 2019 dilantik oleh Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Lampung Donald Haris Sihotang. Somba Lampung yang beranggotakan 200 lebih mahasiswa se Lampung baik pasif maupun aktif diharapkan bisa berkontribusi secara nyata di level pemuda pemudi. "Harapannya setelah  pelantikan ini banyak mahasiswa yang terbuka pikirannya untuk melestarikan budaya batak, mahasiswa satu suku dan mempererat tali persaudaraan sesama," imbuhnya.

Kegiatan Somba Lampung lebih pada bidang sosial masyarakat. Ketika terjadi gempa di Lombok anggota Somba Lampung  turun ke jalan mengumpulkan donasi dan kami serahkan ke Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung. "Kegiatan lainnya yaitu upgrading,  berkunjung ke organisasi kemahasiswaan seluruh Perguruan tinggi di Lampung untuk menjalin kerjasama," paparnya.

Somba Lampung tidak terkekang pada agama. Jika ada yang sukunya Batak berbeda agama bisa bergabung dan berkontribusi untuk kemajuan Lampung melalui Somba. "Kita membuka diri untuk bekerja sama dengan organisasi kepemudaan," kata dia.

Ketua Kerabat Lampung Donald Haris Sihotang mengatakan perlu mengenalkan budaya kepada generasi muda. "Apalagi ditengah derasnya arus informasi mereka bisa mengakses budaya luar, internet, WhatsApp. Kalau tidak ada yang melestarikan budaya, ciri khas dan karakter maka akan hilang," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR