BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terkait 6 tuntutan dari Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspool) Lampung kepada 2 Aplikator besar yang ada di Lampung yakni PT Gojek Indonesia dan Grab.

PT Gojek Indonesia telah memberikan jawaban secara tertulis terhadap 6 poin tuntutan tersebut pada Senin (8/4/2019).



Adapun jawaban dari PT Gojek Indonesia adalah :
1. PT. Gojek Indonesia Lampung akan merealisasikan Open Suspen/PM di tahun ini kepada seluruh Mitra Gojek Lampung yang terkena PM dengan melibatkan kerjasama dengan Gaspool Lampung. Adapun waktu pelaksanaan akan dikoordinasikan dengan Kantor Pusat dan akan diberikan jawaban selambatnya 22 April 2019 tentang waktu pelaksanaannya.
2. Tentang prosedur Suspen sudah dibuat oleh PT. Gojek Indonesia dan tuntutan dari Gaspool Lampung akan dijadikan masukan untuk perbaikan. Untuk sementara dibentuk layanan pengaduan buat seluruh Mitra Gojek Lampung dan Gaspool siap membantu untuk pendataan dengan menghubungi Sekretariat Gaspool di Jl. Ikan Layur No.43 Teluk Betung No. Telpon 081279784003.
3. Untuk tuntutan pembagian order dikembalikan ke sistem yang lama dan menghindari Driver Prioritas akan dikoordinasikan dengan PT. Gojek Indonesia pusat dan akan diberikan jawaban paling lambat 22 April 2019.
4. PT. Gojek Indonesia sampai saat ini masih menutup pendaftaran Mitra baru dan belum ada rencana untuk membuka kembali. 
5. PT. Gojek Indonesia akan meneruskan upaya membuka Shelter dan Posbid Bersama dibeberapa titik untuk mengantisipasi kemacetan akibat parkir di badan jalan.
6. Mengenai besaran tarif sesuai KP 348 tahun 2019 yang akan berlaku 1 Mei 2019, untuk Lampung menunggu keputusan dari Kantor Pusat karena merupakan kewenangan Kantor Pusat.

Ketua Umum Gaspool Lampung, Miftahul Huda mengatakan pihaknya mengapresiasi tanggapan dari PT. Gojek Indonesia khususnya Regional Lampung yang telah merespon tuntutan pihaknya. Adapun jawaban tertulis dari PT. Gojek Indonesia ditanda tangani oleh Sahli Fauzi, Head of Operation Sumatera Region PT. Gojek Indonesia.

"Setidaknya akan ada kejelasan soal nasib Mitra Gojek yang terkena masalah suspen dan Putus Mitra (PM). Ini adalah wujud sumbangsih perjuangan kami untuk seluruh Mitra Gojek di Lampung, baik yang anggota kami ataupun single fighter semua akan merasakan hasil perjuangan Gaspool Lampung ini," kata dia.

Sedangkan dari Grab tidak ada tanggapan sama sekali, sehingga pihaknya akan tetap merealisasikan aksi ke Kantor Grab dan DPRD Provinsi Lampung pada tanggal 11 April 2019.

"Surat pemberitahuan Aksi No.008/GASPOOL/PT/IV/2019 ke Polda Lampung sudah kami kirimkan hari ini." kata Caleg DPRD bandar Lampung dari partai Golkar ini.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR