BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mengenai rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang akan membangun smart city menjadi inovasi tersendiri. Terutama untuk membangun adanya keterbukaan informasi dari Pemkot setempat kepada publik.  

Tentang rencana membangun smart city tersebut, Pemkot menggandeng Telecom Energie sebagai pihak ketiga untuk merumuskan master plan dari rancangan sistem terintegrasi itu. Ardian Ulfan Tim Ahli Telecom Energi dari Universitas Lampung (Unila) menerangkan bahwa selain dapat terbentuknya keterbukaan informasi publik. Smart city juga menjaga kerahasiaan data yang sifatnya memang bukan diperuntukkan sebagai informasi publik.



Sebab di dalam sistem itu sendiri, kata dia, akan tekoneksi dengan seluruh Satuan Kerja (Satker) dilingkup Pemkot Bandar Lampung. Jadi selain Diskominfo sebagai pengelola website, satker yang terlibat juga dapat mengelola data pribadi di dalam sistem itu sendiri secara langsung. “Pentingnya mengapa Pemkot harus memiliki data center yang dikelola oleh Diskominfo. Dan pengelolaan data akan tetap dikelola oleh masing-masing OPD, jadi dengan adanya data center maka semua hardware bisa ditempatkan didata center dan pengelolaannya bisa secara remote,” ujarnya, Kamis (25/4/2019).

Nantinya, lanjut dia, akan ada sebuah aplikasi dari pemerintah ke SKPD begitu juga sebaliknya. Selain itu, akan ada fasilitas feeding informasi dimana masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung lewat website tersebut. Selain itu, dalam hal sosialisasi juga bisa dilakukan, sehingga lebih mempermudah dalam hal penyampaian keterbukaan informasi kepada masyarakat. “Informasi yang bersifat publik dapat diakses oleh masyarakat. Sedangkan informasi yang bersifat rahasia tidak bisa dipublis sesuai dengan undang-undang keterbukaan publik,” kata Ardian.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR