BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung Yanwardi mengatakan untuk penarikan sejumlah uang bagi yang membuang limbah tinja di TPA Bakung adalah retribusi.

Karena jenisnya retribusi, uang yang dibayarkan oleh pengusaha sedot tinja, masuknya bukan ke BPPRD melainkan ke Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH).



Untuk itu, jika memang benar ada penarikan uang disana, sudah tentu masuknya ke BPLHD Bandar Lampung. "Itu jenisnya retribusi, kalau mungkin ada, larinya ke BPLHD. Kalau yang kita kelola itu adalah hotel restoran hiburan reklame, parkir," kata Yanwardi, Minggu (5/8/2018).

Yanwardi menjelaskan untuk parkir juga ada dua jenisnya, pajak dan retribusi. Pihaknya mengelola yang jenisnya pajak. Sedangkan yang jenisnya retribusi masuknya ke Dinas Perhubungan. "Kalau pajak ke kita kalau retribusi ke dishub," kata dia.

Sementara terkait ada tidaknya perda tentang retribusi limbah tinja TPA Bakung, Yanwadi mengaku tidak tahu. "Kalau ada perda tidaknya saya tidak paham karena itu bukan ranahnya kami. Nanti kesalahan disangka mau mengambil alih, kami fokus yang bagian kami saja," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR