BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bandar Lampung, Murdoyo Rahmanoe, menilai bahwa beberapa kelompok antivaksin kembali memunculkan dan mengungkit terkait kehalalan vaksin, sehingga hal ini menjadi viral. Oleh sebab itu IDAI mengatakan hal ini terjadi di daerah salah satu di Lampung.

"Ini kelompok antivaksin kembali mengungkit-ungkit, sehingga masalah kehalalan menjadi viral," kata dokter anak itu.
 Sesuai dengan program pemerintah tentang pelaksanaan pemberian vaksin MR, maka pihaknya terus mendukung dan menjalankan sesuai dengan aturan. 
Menurut Murdoyo, sebelum pemberian vaksin tersebut pemerintah terlebih dahulu memberikan kampanye dan sosialisasi vaksin MR kepada masyarakat. "Sampai sekarang kami masih menunggu dari pusat," kata dia
Murdoyo menyayangkan sikap MUI yang munculkan keraguan terhadap kehalalan vaksin MR justru pada saat pelaksanaan,  tidak jauh - jauh hari sebelum pelaksanaan. " Masalah ini diungkit terus sehingga masyarakat menjadi ragu. Tahun lalu di pulau Jawa vaksin ini tidak ada masalah," kata dia.
Meski demikian pemberian vaksin MR di Lampung sampai saat ini masih tetap terus berjalan. IDAI memastikan sampai dengan hari ke tiga pelaksanaan vaksin mr belum ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). " Artinya kehawatiran masyarakat belum terbukti, kami dari IDAI ikut memantau baik mengambil peran dan ikut melaksanakan program, " papar dia.
Murdoyo menegaskan munisasi penting untuk mencegah wabah dan komplikasi baik berat, dan ringan,  hasil dan manfaat yang dirasakan untuk jangka panjang, sesuai dengan  target pemerintah  tahun 2030 Indonesia bebas campak dan rubella.
"Manfaatnya memang tidak langsung sekarang, tapi jangka panjang. Harapanya anak Indonesia tidak ada lagi yang katarak, gagal jantung, randang otak dan sebagainya, bahkan penyakit itu hilang, " tegasnya.
Dia menegaskan anak 15 tahun perlu diberikan vaksin MR, sebab 10 tahun kedepan akan menikah, sehingga ketika hamil tidak terkena campak.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR