BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN berang atas adanya laporan bahwa ia dilaporkan ke Kejaksaan Agung terkait pembangunan flyover Mall Boemi Kedaton (MBK) yang menggunakan dana pinjaman dari lembaga pinjaman daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Saya dilaporkan ke Kejaksaan Agung terkait pembangunan flyover menggunakan dana pinjaman PT.SMI. Ini kan gila,” kata dia dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2018, di gedung Semergou, Pemkot Bandar Lampung Jumat (22/12/2017).

Menurut Herman, pihak yang melaporkan dia ke kejaksaan terkait kasus hukum merupakan lawan politknya. “Inikan lawan politik saya yang lapor laporin lagi. Memang sudah gila dunia ini. Ada yang laporan ke saya, kalau saya sudah dilaporkan lagi ke Kejaksaan Agung,” kata dia.



Sementara itu mengenai rekayasa lalu lintas di bawah flyover MBK, sudah mulai disusun. Herman mengatakan kendaraan dari Jalan Zainal Abidin Pagar Alam dari Rajabasa menuju tanjungkarang diminta memutar di jalan Sultan Agung, Way Halim. “Nah kendaraaan dari Teuku Umar bisa langsung masuk ke Sultan Agung, gak ada pembatas atau lampu merah lagi. Dari Jalan Pagar Alam juga bisa langsung ke Way Kalim,” kata dia. 

Ia juga mengatakan pembangunan flyover yang belum rampunng masih bisa terus dikerjakan dan dapat diperpanjang selama 50 hari berdasarkan keputusa presiden (kepres). “Aa aturan krpesnya bisa diperpanjang,” kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR