BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Polda Lampung masih melnyeidiki soal dugaan 12.000 liter BBM jenis Pertamax, dan Pertalite yang hendak dioplos, dan berhasil diamankan Subdit I Indagsi Dirreskrimsus Polda Lampung, pada 20 Mei 2018, di gudang penyimpangan di Bandar Lampung.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Aswin Sipayung mengatakan, penyidik masih akan menggali keterangan kembali dari empat orang uang telah diperiksa sebagai saksi, ketika sebuah gedung penyimpanan BBM yang hendak dioplos tersebut diamankan. "Masih terus lanjutk, kita udah sidik," ujarnya di Mapolda Lampung, Senin (2/7/2018).
Aswin sempat menyebutkan seseorang berinisial HA yang diduga sebagai pemilik atau aktor intelektual dari BBM tersebut. Namun, belum bisa dipastikan secara pasti dan masih harus ada pemeriksaan lagi.
"Ya ini ini kita dalami punya siapa ini, kita buru tersangka utamanya," katanya.
Namun, Polda sepertinya sudah memiliki alat bukti untuk menjerat tersangka. Keterangan saksi ahli dari PT Pertamina soal sample BBM yang dikirim, hasilnya tidak sesuai Spek. Sebelumnya saksi ahli sudah diminta keterangan dua kali, yakni mengirimkan sample BBM kemudian dibalas dengan surat yang menyatakan BBM tak sesuai Spek, selanjutnya saksi ahli juga diminta keterangan lebih rinci, dan dipastikan BBM tersebut oplosan.
"Jadi tidak sesuai Spek, oktannya turun dari standar, misal Pertamax 92, pertalite 90. Kalau dikonsumsi merusak motor atau tidaknya, nanti didalami lagi dengan ahli mesin," ungkapnya.
Jika terbukti, pelaku diancam dengan pasal 54 UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi yang berbunyi Setiap orang yang meniru atau memalsukan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi dan hasil.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR