BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal melakukan pelelangan aset milik Zainudin Hasan yang diduga kuat hasil tindak pidana korupsi fee proyek di Kabupaten yang ia pimpin.

"Jelas dirampas. Aset-aset milik Bupati Zainudin Hasan yang dicari KPK nantinya akan dilelang untuk kemudian menjadi pemasukan bagi kas negara. Harus ada masukan untuk negara. Kalau sekedar cuma untuk menghukum dia, untuk apa?" ujar JPU KPK RI Shobari Kurniawan, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Rabu (7/11/2018).



Pelelangan itu, menurut Shobari, merupakan langkah tepat diberlakukan bagi para koruptor. "Itu kan bentuk dari semangat KPK untuk memiskinkan koruptor. Kalau hanya udah dihukum, disidang, buat apa? Sanksi buat koruptor, ya itu, dimiskinkan," katanya.

Lalu, untuk melakukan pelelangan, KPK nantinya perlu memiliki syarat. Yaitu, menunggu semuanya memiliki kekuatan hukum tetap, "Untuk lelang harus tunggu inkrah lah. Prosedurnya ya seperti itu," kata dia.

Hingga kini pihak KPK terus melakukan penelusuran dimana saja aset Zainudin yang dibeli dari dana fee proyek tersebut. Shobari juga menyebutkan jika aset yang disita hingga saat ini belum mencukupi untuk menutupi kerugian negara sebesar Rp56 miliar yang ditimbulkan dari dugaan korupsi proyek di Lampung Selatan.

Disinggung mengenai apakah akan berkordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Lampung untuk menelusuri aset Zaonudin, Shobari mengatakan jika pihaknya memiliki tim sendiri melakukan penelusuran aset.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR