PRINGSEWU (lampost.co) --Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 4) Pringsewu, menggelar pamaren lukisan sebanyak 50 buah yang merupakan hasil karya 37 siswa-siswi setempat. Pameran lukisan yang berlangsung, Sabtu (16/12/2017) yang di gelar sebelum pembagian raport semester ganjil. Pameran lukisan merupakan hasil kerja sama SMPN 4 dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui  Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2017.
Hasil karya lukisan dipasang berjejer dinding tiga ruangan kelas, mulai dari lukisan pemandangan pegunungan, pantai, persawahan, perkebunan, taman serta berbagai jenis bunga.
Bahkan ada sebuah lukisan yang menjadi perhatian banyak pengunjung yaitu lukisan yang  menggunakan bubuk kopi hitam yang diaduk menggunakan lem pengikat dan pengawet.
Kepala SMPN 4 Pringsewu Rahmanto, menyatakan seluruh karya lukisan siswa-siswi itu merupakan hasil dari didikan  ‎Yulius Benardi seorang maestro pelukis kopi robusta lampung yang juga selaku Komite Seni rupa Dewan Kesenian Lampung yang mendapat tugas mengajari sekitar 37 pelajar SMPN 4 Pringsewu.
Rahmanto menjelaskan dalam mendidik siswa, Yulius Benardi ‎didampingi asistenya Edi Sriyono yang mengajar sejak 18 September hingga Desember 2017. "Dia ngajar satu pekan sekali untuk  memberikan ilmu tentang bagaimana cara melukis‎ dengan baik dan benar hingga men‎ghasilkan karya seni lukis yang sebenarnya," kata Rahmanto.
Sementara itu, Yulius Benardi menyatakan dengan mengajar teknik melukis dengan benar,  terbukti siswa-siswi SMPN 4 Pringsewu mampu membuat lukisan dengan baik.
‎Menurutnya dalam melukis pertama harus mengenal  alat lukis, kemudian berlanjut kepada pembelajaran awal seperti menggambar sketsa dan menggambar bentuk, lalu teknik arsir dan menuangkan cat pewarna sesuai komposisi pada bidang kain kanvas, dengan gaya lukisan realis dan naturalis.
"Mereka juga kami ajarkan bagaimana cara melukis menggunakan bubuk kopi dan Alhamdulillah mereka cepat tanggap dan langsung bisa melukisnya," ungkapnya."
‎Perupa asal Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu itu menambahkan nantinya sejumlah lukisan dari anak didiknya itu akan dipamerkan juga di Taman Budaya Provinsi Lampung pada tahun 2018.  "Lukisan yang sesuai dan layak, nanti akan dipamerkan di Taman Budaya Provinsi Lampung bersama dengan hasil dari SMP lain di Lampung yang mendapat program GSMS," terangnya.
Yulius Benardi yang juga Komite Seni Rupa DKL menambahkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah untuk Provinsi Lampung men‎dapatkan 90 sekolah mulai dari SD, SMP dan SLTA terbagi beberapa materi seperti seni lukis, sastra, teater, film, dan seni kebudayaan lainnya.
Kusus di Kabupaten Pringsewu yang mendapatkan program GSMS ada empat sekolah, yakni SDN 2 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, SMPN 1 dan SMPN 4 serta SMK Muhammadiyah Kecamatan Pringsewu.
Sementara itu, Kasi Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Subur Setiyo Widodo mewakili Kadisdikbud  menyatakan pameran lukisan pada GSMS 2017 di kampus SMPN 4 Pringsewu, memberi apresiasi bahwa program tersebut sangat positif, karena dapat memacu dan meningkatkan bakat dari siswa-siswi setempat.
Subur Setiyo Widodo berharap program GSMS dari Kemendikbud itu bisa berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang dan lebih banyak lagi di Kabupaten Pringsewu ini." ungkapnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR