BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- SMPN 31 Bandar Lampung di daulat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional menjadi salah satu dari tiga sekolah di Indonesia sebagai sekolah model rintisan penguatan implementasi mengenai terorisme dan radikalisme.

Kepala sekolah setempat, Mahmud Muin kepada lampost.co, Rabu (20/6/2018) mengatakan penujukkan tersebut berdasarkan hasil rapat koodinasi dari sekitar 80 sekolah di Indonesia yang dilakukan di Jakarta baru-baru ini.



“Ditunjuknya sebagai sekolah model dalam menguatkan kurikulum antiterorisme dan radikalisme tentu menjadi kebanggaan, karena sekolah kami menjadi satu-satunya sekolah di Lampung yang ditunjuk mengenai hal itu,” ujar dia.

Ia mengatakan, penerapan kurikulum mengenai antiterorisme dan radikalisme kepada seluruh siswa dalam proses kegiatan pembelajaran di tempatnya akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2018/2019.

“Sebelum menerapkan hal itu kepada siswa, nanti dari Kemendikbud awal Juli depan akan datang ke sekolah kami untuk melihat kesiapan pendidik dan tenaga pendidik serta sarana prasaran pendukung lainnya,” kata Mahmud.

Manurutnya, bila berhasil menerapkan kurikulum mengenai antiterorisme dan radikalisme kepada siswa, maka SMPN 31 akan menjadi sekolah rujukan dan percontohan secara nasional bagi sekolah lain di Indonesia.

“Hasil penerapan kurikulum antiterorisme dan radikalisme ini akan diketahui setelah proses kegiatan belajar mengajar berjalan. Kami yakin dan optimis program ini akan berhasil, sehingga SMPN 31 akan menjadi contoh bagi seluruh sekolah di tanah air,” kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR