GUNUNGSUGIH (Lampost.co) -- Mesin pemecah dan pengupas biji kedelai karya siswa SMKN 2 Terbanggibesar jadi finalis Anugerah Inovasi Daerah 2018.

Lomba inovasi yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung itu diperuntukan tiga kategori peserta, pelajar, mahasiswa dan umum. Jumlah peserta dari tiga kategori itu, umum diikuti 21 peserta, peneliti sebanyak 18 peserta dan pelajar 24 peserta. Setelah melalui penilaian materi dan kunjungan langsung ditetapkan masing-masing kategori ditetapkan enam finalis dan siswa SMKN 2 termasuk.



Berkas dan dokumentasi mesin pengupas dan pemecah biji kedelai dikirimkan melalui email dewan juri. Hasil penilaian dewan juri menetapkan berhak mengikuti tahap site visit. Hasil kunjungan langsung tim juri ke sekolah dan mendengar pemaparan enam siswa akan inovasi mesin pengupas dan pemecah biji kedelai itu berhak menjadi enam finalis kategori pelajar.   

Kepala SMKN 2 Terbanggibesar Yos Defera mengatakan pihak guru sangat bangga dengan hasil tersebut. Artinya siswa SMKN 2 Terbanggibesar bisa membuka peluang kerja. "Lulusan SMK bukan lagi siap kerja tapi membuka lapangan kerja. Saya juga ucapkan terimakasih pada seluruh guru yang membimbing siswa agar bisa berkreasi dan inovasi," kata dia diruang kerjanya, Jumat (6/7/2018).

Keenam siswa SMKN 2 Terbanggibesar jurusan teknik mesin itu diantaranya Adi Kuswara, Angga Novendra, Zaisar, Imam Safi'i, Fajar Ramadhan, dan Aldi Radestra. Mereka mengikuti perlombaan anugrah inovasi daerah dengan menciptakan rancang bangun mesin pengupas dan pemecah biji kedelai kapasitas rumah tangga dan portabel.

Kepala SMKN 2 Terbanggibesar Yos Defera mengatakan selain mesin pengupas dan pemecah kedelai, siswa kami juga menciptakan beberapa mesin pencacah. Tujuannya agar mesin ini bisa diterima masyarakat yang berwirausaha.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR