BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Gruru Republik Indonesia (PGRI) SMK PGRI 1 Bandar Lampung berpolemik masalah internal mengakibatkan siswa-siswi peserta didiknya pindah kesekolah lain. SMK tersebut juga minim siswa dan akan dijual kepada pihak lain.
Kepala SMK PGRI 1 Bandar Lampung, Adella membenarkan bahwa sekolahnya akan dijual, namun sampai saat ini belum terjual. Ia mengatakan apabila siswa-siswi ingin pindah maka wajib melunasi dan membayar biaya administrasinya. Bahkan ada siswanya yang pindah masih ada tunggakan belum membayar SPP tahun ajaran kemarinnya.
"Bener sekolah ini mau di jual, tapi sampai saat ini belum terjual. Menjual sekolahkan gak gampang. Tanahnya ini milik 50 orang dan gedungnya punya negara karena pembangunannya kita dapat bantuan," katanya saat di temui disekolahnya Jalan Pangeran Antasari No. 105 A, Tanjung Baru, Sukabumi, Kamis (25/7/2019).
Ia mengatakan apabila ingin pindah sekolah tidak sembarangan pindah sekolah. Ia mengatakan bila siswa asal SMK maka pindah juga kesekolah SMK bukan pindah kesekolah SMA. Hal tersebut juga akan berpengaruh kepada DAPODIK, apabila tidak diselesaikan urusan tersebut maka siswa-siswi tersebut tidak bisa ikut ujian nasional.
"Disekolah kita siswa kelas X ada 5 orang, kelas XI ada 17 orang dan kelas XII ada 25 orang," katanya didampingi Kepala Jurusan Administrasi Perkantoran SMK PGRI 1 Bandar Lampung, Dwi Astuti. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR