BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 754 orang siswa-siswi kelas X dan XI serta puluhan staf dan dewan guru SMA Negeri 9 Bandar Lampung menggelar simulasi evakuasi bencana di sekolahnya Jalan Panglima Polim, Jumat (26/7/2019). Hal tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Suharto mengatakan bahwa pihaknya menggelar simulasi evakuasi bencana agar peserta didiknya mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana tiba. Ia juga mengatakan evakuasi bencana dilakukan secara serentak pada hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April 2019. "Kegiatan ini merupakan edukasi kepada peserta didik untuk memberikan pemahaman bahwa bencana bisa terjadi setiap saat. Maka pemanahanan antisipasi dan penangulangan harus disosialisasikan untuk meminimalisir jatuhnya korban," kata Suharto.



Ketua Tagana Kota Bandar Lampung Feri Artawijaya mengatakan standar waktu untuk lari menjuju titik kumpul dan tempat aman adalah 10 menit. Namun pada simulasi ini siswa-siswi sudah berada ditempat aman dengan waktu 7 menit. Kunci keselamatan adalah tidak panik dan mengamankan diri. Ketika sudah diposisi aman maka segera hubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 0721 252741.

"Bencana tidak mengenal tempat dan usia. Ada 16 jenis potensi bencana di Bandar Lampung," katanya.

Siswi Kelas XI IPA 7 SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Retha Priska salah satu peserta yang mengikuti simulasi penanggulangan bencana menceritakan dirinya mendapat informasi baru ketika terjadi bencana. Karena sebelumnya bingung kalau terjadi bencana harus seperti apa tindakannya. "Sata baru pertama ini ikut simulasi. Setelah simulasi saya jadi tau apa yang dilakukan ketika bencana, seperti mengamankan diri, lindungi kepala, jangan panik dan lari ketitik kumpul," kata murid yang tinggal di Jaga Baya 2 Kedaton ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR