DI gurun pesisir utara Lima, Peru, para arkeolog telah menemukan sisa-sisa kerangka 227 anak. Mereka tampaknya dibunuh dan dikubur dalam sebuah ritual pengorbanan ratusan tahun yang lalu. Para peneliti telah menggali situs ini selama lebih dari satu tahun. Temuan ini merupakan situs pemakaman anak terbesar di dunia.

Mayat anak-anak itu kemungkinan terkubur antara 600 dan 800 tahun yang lalu. Posisi kuburan massal itu menghadap ke laut di kota modern Huanchaco, Peru. Wilayah tersebut dulunya merupakan pelabuhan yang disukai budaya Chimú pra-Kolombia. Mereka merupakan masyarakat yang muncul sekitar tahun 900.



Berdasar pada lokasi situs dan bukti bahwa mayat-mayat itu dikubur selama cuaca basah, Castillo mengatakan kemungkinan anak-anak dibunuh sebagai persembahan kepada para dewa yang mengendalikan fenomena El Niño, yakni siklus iklim setengah tahunan yang dapat mengakibatkan badai dan topan di Amerika Selatan. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR