BANDARLAMPUNG (Lampost.co)--Dia Amarah (16) siswa kelas XI di SMAN 2 Bandar Lampung, Warga Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, menjadi korban penipuan jual beli online. Ia mengalami kerugian Rp1.250.000 juta dan mengadukan hal itu ke Mapolda Lampung, Kamis (26/10/2017).

Kepada Lampost.co, ia menceritakan awalnya melihat jam apple wacth di salah satu akun instagram @anisastore pada Rabu (25/10) malam, dengan harga Rp6.000.000. Pembeliannya bisa di DP dengan uang sebesar Rp1.250.000, dan sisanya bisa dibayarkan dengan sistem COD (bayar di tempat) ketika barang tersebut diserahkan. Ia menghubungi akun tersebut lewat sosial media line, dan terjadi percakapan hingga deal pembelian barang tersebut.
"Saya liat dari hastag apple wacht terus, saya lihat kontaknya, malem itu saya transfer ke rek BRI pemilik lapak," ujarnya saat melapor di Mapolda Lampung.
Usai ditransfer, pelaku mengajak korban untuk COD di McDonald Central Plaza pada Kami (26/10/2017) sekitar pukul 12.00. Ketika hendak menuju lokasi dan dihubungi tiba-tiba tidak ada  balasan sama sekali, dan chat line pun dicoba namun sama sekali tidak ada respons. Dia sempat sedikit percaya karena pelaku memberikan foto ktp dan nomor rekening, kendati identitas rekening dan KTP yang dikirimkan berbeda.



"Saya juga udah cek ke BRI cabang Enggal, akun itu tiap nerima uang, enggak sampe setengah jam langsung ditarik," katanya.
Kemudian Dia melaporkan tindakan penipuan tersebut ke Mapolda Lampung. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR