BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Memiliki keterbatasan pada fisik tubuh tidak menyurutkan semangat siswa SMPN 33 Bandar Lampung, Jovita Rachel untuk meraih prestasi. Baru-baru ini Rachel yang biasa disapa itu, meraih juara II lomba desain grafis, pada festival dan lomba literasi dalam jaringan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat SMP provinsi Lampung.

Kepada lampost.co, Rabu (12/9/2018), Rachel mengatakan bermula dari hobinya menggambar melalui media komputer membawanya ikut serta dalam perlombaan desain grafis ABK inklusi tuna daksa yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.



Ia mengatakan, sebelum dinobatkan dewan juri sebagai salah satu juara lomba pada akhir Agustus lalu, ia mengirimkan satu hasil karya melalui alamat email panitia. Pada saat itu, Rachel mengirimkan gambar dengan tema pariwisata Lampung beserta narasinya.

“Awalnya sebelum diumumkan sebagai juara II lomba desain grafis, saya tidak mengharapkan apa-apa dari hasil karya yang dikirimkan kepada panitia itu. Namun, saat dinilai dewan juri yang juga disaksikan oleh peserta lain, karya saya ternyata layak meraih juara,” ujar dia yang mengalami tuna daksa sejak lahir itu.

Menurut remaja kelahiran Bandar Lampung, 26 Januari 2004 itu, dalam pembuatan karya desain grafis, ia menggunakan fasilitas komputer milik sekolah. Dengan dibimbing salah satu guru, ia berhasil menyelesaikan karya sebelum pendaftaran lomba ditutup.

“Kebetulan sekolah memfasilitasi komputer untuk saya dalam menyelesaikan karya sebelum dilombakan. Dengan kesabaran dan ketekunan dalam mengilustrasikan gambar, akhirnya ilustrasi gambar dengan tema pariwisata Lampung, berhasil selesai dengan baik,” kata putri dari David itu.

Dengan raihan prestasi tersebut, menurut Rachel dirinya semakin bersemangat dalam menciptakan karya-karya yang lain. Ia katanya akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk mendapatkan hasil karya terbaik yang nantinya dapat dijadikan inspirasi bagi banyak orang.

“Menciptkan karya tidak harus disertakan dalam perlombaan, melainkan sebagai sarana mengasah kemampuan dan keterampilan dalam berkarya. Namun seandainya hasil karya ternyata meraih juara, itu merupakan bentuk pengakuan dari masyarakat,” kata dia.

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR