BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat luar Bandar Lampung hendak mendaftar SMP Negeri di Bandar Lampung, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019, tidak sertakan dalam sistem zonasi, kendati tempat tinggal calon peserta didik berbatasan.

Ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Bandar Lampung, M Badrun kepada Lampost.co, Selasa (5/6/2018) mengatakan sistem zonasi akan diterapkan disejumlah SMP Negeri di Bandar Lampung, adalah mengakomodir warga Bandar Lampung berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.



Menurut Badrun, jika terdapat calon peserta didik tempat tinggal berbatasan atau berdomisili di luar zona Bandar Lampung, maka dapat memilih dan mendaftar SMP Negeri di Bandar Lampung, melalui sistem nonzonasi dengan daya tampung sebesar 5%.

“Untuk sistem zonasi SMP Negeri Bandar Lampung pada PPDB yang dibuka pada awal Juli mendatang, mengutamakan masyarakat Bandar Lampung. Seandainya tempat tinggalnya calon siswa berbatasan maka mendaftarnya melalui sistem nonzonasi luar kota,” ujar dia yang juga sebagai kepala SMPN 25 Bandar Lampung itu.

Badrun mengatakan, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 tahun 2018 tentang PPDB, memberi celah bagi masyarakat tempat tinggal yang berbatasan untuk mengikuti sistem zonasi, akan tetapi terlebih dahulu ada kesepakatan tertulis antarpemerintah daerah yang saling berbatasan.

“Dalam Permendikbud memang ada yang mengatur mengenai masyarakat berbatasan. Seperti warga Natar Lampung Selatan hendak sekolah di Bandar Lampung dengan sistem zonasi bisa saja, tetapi harus ada kesepakatan dulu antarkepala daerahnya. Sejauh ini Bandar Lampung sendiri belum mempunyai kesepakatan dengan daerah yang berbatasan,” ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR