BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Divisi Regional Lampung Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) M Attar Rizal menjelaskan pada akhir 2018, pihaknya masih memiliki sisa cadangan beras sebanyak 67 ribu ton yang cukup untuk menyalurkan ke masyarakat dalam 12 bulan ke depan. Namun, komoditas sebesar itu tidak hanya didistribusikan bagi Lampung saja, tetapi ada pula yang disuplai untuk provinsi lainnya di Sumatera.

"Selama 2018, kami juga merealisasikan bantuan sosial rastra mencapai 62 ribu ton dan pelepasan beras ke pasar umum dalam kegiatan Program Kesejahteraan Sosial Anak (KPSA) sebanyak 15 ribu ton," kata Attar dalam pelepasan perdana beras ke pasar umum di gudang Bulog Campang Raya, Kamis (3/1/2019).



Hasil itu, lanjutnya, turut berimbas pada sokongan komoditas beras yang turut menekan laju inflasi pada akhir 2018. Tercatat, inflasi pada Desember 2018 lalu sebesar 0,31% yang penyumbang terbesarnya berasal dari tembakau rokok. Sementara beras menekannya dengan deflasi sebesar 0,05%.

"Artinya, kami masih bisa menjaga harga beras medium di pasar umum tetap stabil. Untuk menjaga itu, kami juga mengimbau agar jangan sampai ada aksi memborong di masyarakat. Sebab, itu bisa memengaruhi persediaan barang di pasaran dan menaikkan harga," ujarnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR