KRUI (Lampost.co) --: Meskipun pemerintah telah gencar melakukan berbagai terobosan agar seluruh wilayah kabupaten Pesisir barat dapat mengakses internet dengan leluasa. Namun di beberapa wilayah sepanjang kabupaten it,ternyata masih ada yang tidak tersedia sinyal internet. Diantaranya di wilayah Pemangku Dua, Pekon Wayredak , Pesisir Tengah.  Wilayah yang notabene di daerah penyangga pusat kota, pusat pemkab pesisir barat yang berada di Kelurahan Pasar Krui,  dan hanya berjarak sekitar dua hinggatiga kilometer . Namun sampai saat ini warganya sulit mengakses internet, meskipun memiliki paket data.




Sehingga untuk mengirim informasi melalui media sosial seperti what up atau facebook,  juga mencari data atau kebutuhan lain yang bersumber dari internet termasuk searching di mesin pencari data (google) , sampai bermain game online yang biasa dilakukan  anak remaja, harus mencari spot yang memiliki sinyal internet yang bagus.

"kalau sudah seperti itu,  terpaksa harus keluar rumah cari lokasi yang sinyalnya kuat,  biasanya di pinggir pantai atau ke pasar krui yang sinyal internetnya bagus, " kata Tanzil (26), warga Pekon Way Redak, Minggu (11/8/2019)..

Tetapi ada juga warga yang karena kebutuhan dan banyak bergantung pekerjaannya dengan sinyal internet,  memilih untuk berlangganan memasang Wifi salah satu provider ternama.  Meskipun harus mengeluarkan biaya lebih setiap bulannya.  

"Setiap bulan bayar sekitar Rp350 ribu.  Mau bagaimana lagi,  karena banyak pekerjaan yang membutuhkan koneksi internet sedangkan di sini sinyal internet sangat lemah bahkan tidak ada, meskipun paket data di HP kita banyak," kata Tyo (35), warga lainnya.  

Warga ditempat itu berharap pemerintah dapat mengupayakan sinyal internet bagus ditempat itu,  khususnya untuk pengguna kartu telkomsel, karena sebagian besar masyarakat di kabupaten pesisir barat pada umumnya menggunakan kartu telkomsel untuk handphone mereka.


"Krui, Pesisir Barat kan merupakan destinasi wisata tertinggi di provinsi Lampung, yang di kunjungi oleh wisatawan asing untuk surfing dan berlibur.  Kalau data dari pihak imigrasi setidaknya ada 1.500-2.000 orang asing setiap tahunnya keluar masuk wilayah ini,  harapannya berbagai fasilitas umum termasuk sinyal internetnya juga bagus.  Apalagi di Pekon Way Redak sendiri banyak berdiri villa hotel penginapan untuk wisatawan asing dan lokal , jadi sudah selayaknya seluruh wilayah pekon ini memiliki sinyal internet yang bagus sehingga warga leluasa mengakses informasi dan kebutuhan lain yang bersumber dari internet," kata Iskandar , warga lainnya, saat diminta tanggapan tentang kesulitan akses internet.


 Kepala Dinas Kominfo kabupaten Pesisir Barat,  Tedi Dzatmiko, mengatakan pihaknya sudah pernah mengirim surat kepada pihak provider Telkomsel untuk melakukan penguatan jaringan sinyal yang ada di kabupaten. Pada tahun lalu,  kata dia,  ada empat titik lokasi yang diajukan oleh pemkab untuk dilakukan penguatan sinyal,  yaitu Di wilayah Pekon Labuhanmandi,    Pekon Tanjungjati,  Kecamatan Pulau Pisang, dan Pekon Wayharu di kecamatan Bangkunat.  Dan yang terwujud hanya satu yaitu di Wayharu di Kecamatan Bangkunat.


"Kami sudah pernah kirim surat ke telkomsel mengenai penguatan jaringan yang ada. Artinya peningkatan kualitas sinyal dari  3G menjadi 4G.    Demikian juga kami meminta penguatan sinyal di daerah-daerah blank spot,  yang gak ada sinyal menjadi ada.  Tahun ini yang pasti dapat yaitu  BTS di Way Haru," kata Tedi, kepada Lampung Post,  saat dihubungi,  Sabtu (10/8-2019).

Ia menambahkan masih ditahun 2019 ini akan ada juga penguatan sinyal internet di beberapa titik.  dari 48 titik yang diajukan pihaknya , 21 titik diakomodir untuk dilakukan penguatan sinyal.

"21 titik diakomodir untuk tahun ini,  kami akan tempatkan di lokasi lokasi pelayanan publik seperti di rumah sakit,  puskesmas-puskesmas,  kantor camat seperti di kantor camat pulau pisang,  polsek,  koramil seperti di koramil pesisir tengah.  Alhamdulillah peralatan untuk akses internet,  mulai kemarin sampai hari ini berdatangan. Termasuk juga di wilayah pariwisata, seperti cottage pemda.  kalau di labuhan jukung memang sudah ada.  Dan di beberapa spot surfing dan lokasi wisata lain kami berikan akses internet.  Alatnya sekarang kan sudah sampai,  mungkin habis lebaran (idul adha)  sudah dipasang, " ujar Tedi.


Kata Tedi,  masih dalam upaya penguatan sinyal di seluruh wilayah kabupaten Pesisir Barat,  pihaknya  beberapa waktu lalu melakukan pengecekan sinyal di wilayah Pekon gunung Kemala Timur Kecamatan Way Krui,  juga di wilayah Pekon Siringgading dan Pekon Bandar Dalam Kecamatan Bangkunat.  Untuk kemudian ditindaklanjuti dengan usulan agar dilakukan penguatan sinyal di lokasi lokasi tersebut.

Disinggung telah berapa persen dari seluruh wilayah pesisir barat yang telah leluasa menikmati sinyal internet,  meski tidak dapat menjawab secara pasti, karena data validnya ada di provider-provider telekomunikasi yang ada di kabupaten itu,  namun Tedi,  mengatakan berdasarkan keterangan dari perusahaan telekomunikasi yang ada di kabupaten itu kepada pihaknya,  11 pusat kecamatan yang ada di kabupaten itu telah mendapat sinyal internet 4G.

"Secara total saya kurang paham ya.  mungkin yang bisa hitung persis dari provider masing-masing.  Tetapi dari Telkomsel sendiri mereka mengatakan hampir di seluruh pusat kecamatan sudah 4G semua.  Mungkin di perbatasan-perbatasan pekon (desa)  dan bagian ujung-ujung,  sinyal timbul hilang, mungkin terhalang gunung.  Seperti di kecamatan Pulau Pisang,  dibagian pasar pulau pisang sinyal bagus, tetapi lokasi lain masih di wilayah kecamatan itu sinyal hilang timbul,  tergantung cuaca arah angin berhembus, " kata Tedi.


Kata Tedi, di tahun 2020, Diskominfo kabupaten itu akan mengajukan anggaran penguatan sinyal telekomunikasi di seluruh wilayah kabupaten itu,  yang  didanai oleh Pemkab. Pihaknya berharap hal itu dapat terwujud.


"Tahun 2020, kami akan mengajukan penguatan sinyal, yang dapat didanai oleh pemda.  Tetapi untuk adanya dana itu kan melalui proses pembahasan anggaran baik di tim anggaran ekskutif maupun tim anggaran legislatif , apakah disetujui, apa tidak. dinas kominfo masih berjuang dalam rangka penguatan sinyal khususnya di daerah daerah yang kami fokus,  pariwisata,  contoh seperti pulau pisang.  ini masih kami coba ajukan di anggaran 2020. Mudah mudahan kita berharap dan berdoa agar pemkab dapat merealisasikan.  Tim anggaran ekskutif dan legislatif dapat mengakomodir apa yang kami usulkan dari dinas Kominfo," tukas Tedi. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR