TIDAK seperti biasanya, Mat Wenger murung dan lemas saat puasa. Biasanya dia tetap bugar meskipun berpuasa dan beraktivitas seperti biasa. "Saya sedih baru baca surat dari Ramadan. Ternyata sudah 20 hari puasa saya belum banyak berbuat," kata Mat Wenger.

Dia kemudian membacakan surat dari Ramadan tersebut: Sudah di hari ke-20 aku bertamu, namun sering aku ditinggal sendirian. Walau sering dikatakan istimewa, perlakuanmu tak luar biasa. Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh. Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan. Salat tak lebih khusyuk, kalah bersaing dengan ingatan akan Lebaran.



Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan. Malam dan siangmu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadan. Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan. Padahal, aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesiaan. Percayalah, aku pulang belum tentu kan kembali datang. Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada sekitar sembilan hari kita bersama. Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang, karena tidak ada jaminan umurmu akan bertemu lagi di Ramadan yang akan datang.

“Itu surat dari Ramadan. Sedih saya bacanya," kata Mat sambil sesenggukan.

Ketahuilah, manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Alquran. Umur kita terlalu singkat hingga Allah karuniakan lailatulkadar untuk menambah umur amal. Umur kita terlalu singkat, Allah menyuruh kita bersilaturahmi untuk memanjangkannya. Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan puasa enam hari di bulan Syawal seperti berpuasa setahun.

Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan membaca Surah Al-Ikhlas seperti membaca sepertiga Alquran. Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan salat di Masjidil Haram seperti solat 100 ribu lebih di masjid lain. Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan salat berjemaah nilainya 27 kali lebih daripada salat sendirian.

Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan salat sunah sebelum subuh kekayaan akhirat seluas langit dan bumi. Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan salat subuh berjemaah seperti salat sepanjang malam. Umur kita terlalu singkat, Allah karuniakan salat isya berjemaah seperti salat separuh malam dan bebas dari sifat munafik.

Hidup ini terlalu singkat, Allah karuniakan satu huruf bacaan Alquran dengan 10 pahala/kebaikan. Hidup ini terlalu singkat, Allah karuniakan siapa yang beramal jariah, share ilmu yang bermanfaat, dan mengusahakan anak-anaknya jadi anak yang saleh, pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya. Tetap fokus, jangan kasih kendor!

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR