INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung mencapai 69,02. Angka itu meningkat 0,77 poin atau tumbuh 1,13% dibanding dengan 2017 di level 68,25. Ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup akibat kemudahan mengakses hasil pembangunan.

Badan Pusat Statistik Lampung menyatakan IPM menjadi ukuran besaran penduduk mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan. IPM dinilai dari umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.



Masih menurut BPS, pencapaian itu melanjutkan tren peningkatan IPM Lampung dari tahun ke tahun. Lembaga ini mencatat secara umum IPM Lampung terus meningkat dalam periode 2010 sampai 2018, yaitu dari 63,71 hingga kini menjadi 69,02.

Peningkatan IPM Lampung tecermin dari segi kesehatan. Hal ini mencakup penilaian panjangnya usia bayi baru lahir di Provinsi Lampung pada 2018 yang punya harapan untuk hidup selama 70,18 tahun. Jangka itu lebih lama 0,23 tahun dibanding dengan 2017.

Dari sisi pendidikan, anak berusia 7 tahun pada 2018 memiliki harapan mengenyam pendidikan 12,61 tahun, yaitu hingga di tingkat diploma I. Untuk penduduk usia 25 tahun ke atas rata-rata menempuh pendidikan 7,82 tahun, yaitu hingga kelas VIII.

Pada indikator kelayakan hidup, masyarakat Lampung memenuhi kebutuhan hidupnya dengan rata-rata pengeluaran per kapita Rp9,86 juta per tahun. Meningkatnya pendapatan maka akses memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan makin terbuka.

Kemajuan IPM Lampung terlihat pula di tingkat kabupaten/kota. Terdapat tiga kabupaten dengan kemajuan paling pesat, yaitu Mesuji (1,63%), Lampung Timur (1,45%), dan Pesisir Barat (1,22%). Kemajuan ini berdasar pada perbaikan dimensi standar hidup layak masyarakat di daerah tersebut.

Kita patut mengapresiasi kinerja pemerintah daerah di Provinsi Lampung meningkatkan standar hidup layak dan sumber daya manusianya. Kita sepakat kemajuan dan masa depan sebuah bangsa amat bergantung pada kualitas sumber manusianya.

Peningkatan sumber daya manusia Provinsi Lampung amat penting terutama menghadapi tantangan dan persaingan global di masa mendatang. Jangan sampai pembangunan sektor sumber daya manusia di Lampung tidak mampu mengimbangi pembangunan infrastruktur yang tengah giat-giatnya dilakukan pemerintah saat ini. 

Lampung amat terbuka dengan beroperasinya Tol Baterpang, Dermaga Eksekutif Premium, serta Bandara Internasional Radin Inten II. Keberadaan infrastruktur strategis tersebut ditengarai akan membawa Lampung pada level pembangunan ekonomi lebih baik. Jika SDM tidak siap, dapat dipastikan SDM Lampung hanya akan menjadi penonton semata.  

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR