KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Tidak puas dengan hasil keputusan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Tanggamus yang hanya memberikan sanksi berupa teguran terhadap oknum panwascam yang melakukan perusakan bahan kampanye, simpatisan pasangan calon (paslon) Desa adukan hal ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung.

Menurut Leon Agusta selaku pelapor, bahwa sanksi yang diberikan oleh panwaskab tidaklah memberikan efek jera. Sementara sebagai anggota panwas seharusnya AM sebagai terlapor memperhatikan kode etik dan standar prosedur saat akan melakukan suatu tindakan. Pihaknya merasa bahwa sanksi yang diberikan masih terlalu lunak dan telah melaporkan permasalahan ini ke Bawaslu.



"Kami merasa kurang puas dengan sanksi yang diberikan, sementara perbuatan yang sudah dilakukan cukup fatal," katanya, Senin (23/4/2018).

Aduan dari sejumlah simpatisan dari Pekon Paku, Kecamatan Kelumbayan ini telah diterima oleh pihak Bawaslu. Selain itu juga, sudah dilakukan klarifikasi dengan menghadirkan beberapa saksi yang melihat bagaimana proses perusakan bahan kampanye terjadi. Klarifikasi ini sudah dilakukan pada 19 April 2018 di kantor Bawaslu.

Dirinya berharap akan mendapatkan keadilan atas peristiwa yang terkesan melecehkan tersebut. Setidaknya oknum yang melakukan aksi perusakan bahan kampanye dengan sengaja adalah berupa pemberhentian dari tugas sebagai panwas. Sebab, ada unsur emosional yang sudah dilakukan terhadap salah satu paslon.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR