BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Siti Muhatopa (27) Warga Jalan H. Agus Salim, Gang Waru, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, menangis tidak henti-henti saat menjalani sidang tuntutan bersama dengan M. Hadi Wijaya suaminya sendiri.

Kedua orang yang merupakan pasangan sah ini dijerat dengan Undang-undang narkotika atas kepemilikan sabu-sabu sebanyak 4 bungkus sedang serta dua buah timbangan digital yang ditemukan petugas di dalam kandang ayam rumah kedua terdakwa.



Sejak dimulai proses persidangan, perempuan berusia 27 tahu ini terisak menangis dikursi pesakitan terlebih lagi dia mendengar tuntutan yang dibacakan Jaksa Imam Santoso menuntut pasangan hidupnya dengan pidana penjara selama 13 tahun serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Air mata Siti Muhatopa terhenti saat majelis mengatakan jika dia hanya dituntut satu tahun penjara, dengan alasan dia tidak mengetahui dan tidak terlibat peredaran narkotika yang dilakukan suaminya itu.

Menyatakan terdakwa M. Hadi Wijaya terbukti secara sah meyakinkan bersalah melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, narkotika golongan 1 bukan tanaman, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) tentang Narkotika.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa M. Hadi Wijaya dengan pidana penjara selama 13 tahun, pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR