BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Susilowati (45) Warga Jalan Sultan Badarudin Gang Dahlia, Kelurahan Gunungn Agung, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung didakwa Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan dua pasal lantaran kedapatan memiliki sabu seberat 10 gram.

Dalam surat dakwaanya Jaksa mengatakan, jika terdakwa secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, narkotika golongan 1 bukan tanaman, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 Ayat (2) tentang narkotika.



Jaksa menyebutkan jika perbuatan terdakwa berawal saat terdakwa memesan sabu satu paket besar terhadap Candra Wijaya alias Ican sebanyak 10 gram, lalu sabu tersebut dipecah menjadi beberapa paket kecil oleh terdakwa.

Keesokan harinya Candra aias Ican ditangkap anggota polis, dari interogasi yang dilakukan anggota Candra mengakui jika dia baru saja mengantar barang kepada terdakwa satu bungkus paket besar seberat 10 gram.

Mendapat informasi itu pihak kepolisian melakukan pengkapan terhadap terdakwa berikut barang bukti beberapa paket sabu yang terdakwa simpan didalam beras serta timbangan digital terletak dibawah rak piring rumah terdakwa.

Di persidangan terdakwa mengaku jika dia mendapat barang itu dari Candra, kemudian dipecah menjadi beberapa paket untuk dia jika kepada pelanggannya. Candra mengakui jika dia merupakan janda dan baru pertama kali menjual belikan sabu sabu tersebut. " Saya janda majelis, sabu sabu itu dari Candra saya simpan didalam beras, saya juga baru pertama kali seperti ini," katanya.

Mendengar ucapan itu majelis Hakim Noerista Setiawati mengeluarkan suara keras dengan menyebut bahwa terdakwa pernah dihukum sekitar beberapa tahun lalu dan berkas perkaranya masih ada. " Kamu jangan bohong, kamu pernah dihukum kan dulu," kata di Hakim dibenarkan oleh terdakwa.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR