JAKARTA (Lampost.co)--Anak yang menolak menyikat giginya kemungkinan berisiko mengalami penyakit jantung di kemudian hari. Pasalnya karena arteri mereka lebih mungkin mengalami penyumbatan. Demikian hasil penelitian menunjukkan. 

Studi ini melibatkan 755 responden anak-anak yang dipantau selama 27 tahun. Dari hasil pemantauan ditemukan bahwa mereka yang mengalami kerusakan gigi atau gusi akan memiliki penumpukan plak di arteri mereka saat dewasa. Penumpukan ini yang dikenal sebagai atherosclerosis.



Plak ini membatasi jumlah darah kaya oksigen mencapai organ-organ utama sehingga meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau bahkan kematian dini.
Penyakit gusi terjadi ketika bakteri dalam plak menginfeksi jaringan yang mendukung gigi kita. Sebagian orang dianggap bereaksi berlebihan terhadap bakteri ini sehingga memicu peradangan berlebihan. 

Peradangan ini secara bertahap dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan atherosclerosis, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. 

Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Helsinki dan dipimpin oleh Dr Pirkko Pussinen, seorang peneliti di departemen penyakit mulut.

Hubungan antara penyakit gusi dan kondisi jantung pada orang dewasa sudah diketahui. Namun, bagaimana kesehatan mulut di masa kanak-kanak memengaruhi orang-orang di kemudian hari masih kurang dipahami. 

"Pengamatan ini baru, karena tidak ada studi tindak lanjut sebelumnya tentang infeksi oral pada masa kanak-kanak dan risiko penyakit kardiovaskular," kata Dr Pussinen.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR