MENGGALA (Lampost.co) -- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulangbawang menggelar diskusi publik mengusung tema Peran Pemuda Dalam Menyikapi Isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Tuba, Tiyuh Cahyaou Randu, kecamatan Tulangbawang Barat, Kamis (19/07).

Hadir dalam acara tersebut Wakapolres Tuba Kompol Joni Arifin,  Assisten I Bidang Pemerintahan Akhmad Suharyo yang juga sebagai narasumber I, Abu Thalib Khalik, M. Hum sebagai narasumber II, Kepala Staf Kodim 0426 Mayor Arm. Ketut Subanda sebagai narasumber III, pengurus Cabang Ansor Tuba, pengurus Cabang HMI Tuba, Senat mahasiswa STAI Tuba, pengurus Ranting PSHT, pengurus Cabang IPNU, dan OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Tulangbawang.



Acara dibuka oleh Assiten I Cidang Pemerintahan Akhmad Suharyo, sekaligus menyampaikan sambutan dari pemerintah Tuba. Dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kami mengajak seluruh pemuda, khususnya mahasiswa sebagai kaum intelektual agar selalu beraktifitas secara intelektual dalam mengkritisi Kebijakan pemerintah dan negara  serta mampu merberikan solusi sehingga terjadi sinergi dalam hal-hal kebijakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulangbawang Rona Irawan menegaskan bahwa acara diskusi publik digelar berangkat dari kekhawatiran dengan kondisi masyarakat saat ini yang lebih mudah terprovokasi oleh pemberitaan bohong (hoaks) berbau SARA yang bertebaran di media sosial.

“Jika tidak di antisipasi segera, itu dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk itu kami berharap diskusi ini dapat membawa masyarakat, khususnya kalangan muda, agar bisa memilih dan memilah apa-apa yang ada di media sosial, agar  tidak mudah tergiring oleh satu opini yang belum tentu kebenarannya,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR