TERINSPIRASI dari simbol siger atau mahkota yang biasa dikenakan pengantin wanita Lampung, desainer muda Yasmin Wiwid merancang busana artistik nan modern. Ia memberi nama busana rancangannya Siger Sikep atau mahkota yang cantik.

Lewat karya yang sempat dipamerkan dalam ajang Lampung Fashion 2018, beberapa waktu lalu, Yasmin mencoba mendeskripsikan kekayaan budaya Lampung. Glamor atau mewah dalam balutan budaya yang kental, tergambar dari setiap busana. Desainer yang tergabung di Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu menampilkan 10 koleksi karya terbaiknya dalam ajang tahunan fesyen Lampung.



Melihat lebih detail, Yasmin memilih menggunakan bordir yang didesain sendiri. Aneka ornamen khas Lampung yang menjadi representasi kebudayaan Bumi Ruwa Jurai dijadikan motif bordir. Seperti motif pucuk rebung, siger, dan aksara Lampung yang menghiasi setiap gaun.

"Sentuhan apik bordir dengan motif-motif khas Lampung menambah kesan glamor dan menjadi sentuhan berbeda pada setiap busana yang menggambarkan kekayaan Lampung," ujar Yasmin.

Kombinasi apik antara sentuhan warna-warna pastel dengan nuansa etnik menciptakan gaya feminin yang elegan. Yasmin mengaku ingin menampilkan kemewahan di balik warna-warna yang lembut tersebut. "Warna pastel yang lembut mudah dipadukan dengan apa saja dan lebih terlihat mewah," kata dia.

Pada setiap desain busana rancangannya, Yasmin memberikan sentuhan layer yang mengembang. Busana-busana tersebut dibuat dalam beragam model, seperti gaun panjang, kardigan, hingga busana dengan setelan celana panjang.

Berbagai busana yang terlihat simpel tetapi mewah tersebut makin cantik dengan paduan aksesori berupa tas lengan atau cluth. Yasmin memilih cluth dengan sentuhan warna-warna senada dengan gaun, seperti satin scrape, brocade tulle, chiffon motif, dan ciffon silk bordir.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR