KOTABUMI (Lampost.co)--Pengadilan Negeri (PN), Kotabumi, Lampung Utara mengelar sidang perdana perapradilan ganti kerugian perkara kasasi perampokan bebas atas nama pemohon Oman Abdurahman alias Mbah Omen (50), di PN setempat, Selasa (11/6/2019) pukul 14.30. 

Para termohon 1 yakni Polsek Abung Timur, Lampung Utara dan termohon 2 adalah Kejaksaan Negeri serta Pihak KPPN Lampung Utara yang dituntut ganti kerugian Rp322 juta. Dalam sidang perdana parakara ganti kerugian  tersebut diketui oleh Majelis Hakim Imam Munandar serta Panitra Penganti M. Yamin. 



Sementara dari penasehat hukum (PH) dari pemohon Omen Abdurahman yaitu M. Andrian Frans dan Ansori. Selain itu, dari pihak termohon 1 diwakili Kanit Tipiter Polres Lampung Utara Ipda Edwin dan termohon 2  kejaksaan diwakili oleh jaksa Dian. 
"Sidang pembacaan permohonan perapradilan ganti kerugin  perdana yang  tidak dihadiri oleh termohon 3 pihak KPPN, harus tetap berjalan. Tujuh hari setelah sidang perdana, perkara harus dapat selesai dan semua pihak dapat memampatkan waktu sebaik-baiknya," kata ketua Majelis Hakim Imam Munandar. 
Dia mengatakan untuk sidang selanjutnya dengan angenda jawaban atas pembacaan pemohonan  prapardilan dari pihak termohon 1 pihak kepolisian dan termohon 2 kejaksaan negeri, Lampung Utara. "Pada sidang yang akan datang, walau pun dari pihak termohon 3 pihak KPPN Lampung Utara tidak hadir, sidang tetap berjalan," kata ketua Mjekis Hakim kembali.  
Usai persidangan perapradilan, menurut Andrian Frans didampingi Ansori dihadapan para wartawan mengatakan pihaknya melakukan praparadillan gugatan ganti kerugian bentuk materi sebesar Rp322 juta. Hal itu dilakukan karena dalam penanganan perkara tersebut pihak penyidik kepolisian dan penuntut umum dari kejaksaan salah tangkap dan mengadili terhadap seorang pengurus masjid yaitu Omen Abdurahman (50), warga Blaraja, Tangerang, Banten,  dalam perkara kasus perampokan. Namun dalam perkara tersebut dilakukan perkara paksa hingga diajukan ke peroses persidangan dan dalam proses persidangan dalam perkara tersebut Omen Andurahman, oleh PN Kotabumi, Lampung Utara dibebaskan. 

Setelah dibebaskan pihak JPU melakukan upaya kasasi dan upaya kasasi Makamah Agung RI dan dalan putusan Makamah Agung menolak kasasi dari JPU Kejari Kamoung Utara menyatakan bebas. Sementara itu, Oman Abdurahman juga, dikethui telah menjalani hukuman selama 10 bulan penjara dan dia juga ditembak serta dipukuli pada waktu dilakukan penangkapan oleh petugas kepolisian. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR