BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang perkara perambahan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Way Haru, atas pengungkapan yang dilakukan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) batal digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Kamis (26/4/2018).

"Karena proses ini masuk ke pengadilan, kami akan terus mengawal dari sisi konservasi. Untuk tahu perkembangannya seperti apa," kata Sekretaris TWNC Deni Darmadi saat ditemui di pengadilan, Kamis (26/4/2018).



Dia mengatakan perambah hutan yang membuka lahan baru untuk membuat tambak dilakukan oleh perusahan (PT) milik orang Indonesia, hanya saja dibiayai oleh pihak asing.

"Awalnya kita melakukan patroli di wilayah tersebut. Kita temukan ada jalan besar yang sudah dibuat disitu beserta ada pembukaan tambak," ujar Deni.

Pada saat ada temuan seperti itu, pihak TWNC melaporkan persoalan tersebut ke pihak TNBBS dan Polda Lampung. "Saat mereka turun bersama Polda dan dilakukan pengecekan ternyata betul ditemukan mereka (perusahan) tidak punya AMDAL," katanya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR