BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Cabang Bank Lampung, Antasari, Atas Nama Satria Permadi, terdakwa kasus korupsi kredit fiktif lebih dahulu maju  di persidangan membacakan pembelaan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (17/5/2018).

Dalam pembelanya, Satria mengatakan dia tidak pernah tahu perihal tersebut, bahkan dia mengatakan tidak pernah menikmati uang seperti yang dimaksudkan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. "Demi Allah yang mulia saya tidak pernah menikmati. Semua diluar tanggung jawab saya," ucap Satria dipersidangan.
Satria bahkan menyebut untuk saat ini dia tidak memiliki apa pun lagi. "Yang mulia majelis hakim saya saat ini sudah tidak punya apa-apa lagi, belum lagi dampak pisikologis anak dan istri saya terpukul akibat peristiwa ini," katanya.
Satria memohon kepada majelis hakim meminta keringanan hukuman. "Saya mohon yang mulia untuk memberi keringanan kepada saya," katanya.



M. Sahidin Kuasa Hukum terdakwa menyebut perkara itu bukan masuk ranah korupsi melainkan perkara biasa, karena didalamnya ada perjanjian serta pengajuan kredit. "Kami menilai itu bukan ranah korupsi tetapi masalah perbankan, karena adanya perjanjian pengajuan kredit, jaminan didalamnya," kata dia.
Bahkan penasehat hukum ini meminta majelis membebaskan Satria Permadi dari tuduhan Jaksa. "Kita minta dibebaskan karena kerugian uang negara tidak ada, ini soal kredit macet bukan masalah  korupsi," katanya. 
 
Satria Permadi tidak melakukan peyalah kewenangan, karena dia tidak mengetahui persoalan yang ada pada bawahannya. "Yang melakukan pemalsuan data itu ada pada bawah dia, jadi dia tidak tahu menahu. Bahwa Satria Permadi tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidananya penyala gunakan wewenang," katanya. 
Sementara Salamat Sihombing, penasehat hukum terdakwa Hipni Razak, dalam pembacaan pembelaan kliennya meminta majelis memberikan hukuman terhadap Hipni seringan-ringanya.
Terdakwa lain yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran atas nama Hipni Idris tidak terlihat diruang Persidangan, sejak dimulainya jalanya persidangan.
Diketahui Ketiga terdakwa yakini Satira Permadi mantan kepala cabang Bank Lampung cabang Antasari, Hipni Razak mantan penyelia pemasaran Bank Lampung cabang Antasari dan Hipni Idris anggota DPRD Pesawaran (aktif).
Dalam persidangan yang digelar secara bergantian itu Jaksa Penuntut Umum terlebih dahulu menuntut Satria Permadi dan Hipni Razak. 
Dalam tuntutannya, Jaksa menjelaskan Satria Permadi dan Hipni Razak dituntut secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair yakni pasal 3 juncto pasal 18  UU nomor 31/1999 sebagaimana diubdah dan ditambah ke UU nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. 
Kedua terdakwa kata Jaksa dituntut 4 Tahun dan 10 bulan kurungan. sementara Anggota DPRD Pesawaran atas Nama Hipni Idris ditutut lebih ringan dari kedua terdakwa yakni 2 tahun penjara.

PENULIS

Febi Herumanika

TAGS


KOMENTAR