BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Puluhan mitra Go-Jek Kota Bandar Lampung mendatangi gedung Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang Kamis (14/12/2017) pagi. Mereka datang untuk memberikan dukungan terhadap rekan sesama pengojek yang dianiaya dan kasusnya mulai disidangkan.
Mereka meminta Majelis Hakim memberikan hukuman yang seadil-adilnya terhadap terdakwa. "Kedatangan kami sebagai bentuk kepedulian sesama Go-Jek dan juga untuk menguatkan persatuan kita sesama Go-Jek, makanya kami ke sini," ujar Emi salah satu mitra Go-Jek yang datang ke pengadilan, kemarin.
Kasus pengeroyokan terhadap salah seorang driver atau mitra Go-Jek yang dilakukan terdakwa Ulil Amri (25), warga Perum Taman Prasanti II, Jalan Pulau Sebesi, Blok B4, Sukarame, sendiri mulai bergulir di pengadilan. Terdakwa Ulil disidang di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Kamis (14/12/2017).
Jaksa Sayekti Candra di hadapan Majelis Hakim mengatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.
Sayekti mengatakan terdakwa Ulil Amri bersama dengan Andi dan Iwan (belum tertangkap) pada 12 Oktober 2017, sekitar pukul 14.45, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yaitu saksi Izron Habibi. "Kejadian berawal ketika korban Izron Habibi yang merupakan karyawan Go-Jek tengah duduk di atas motornya menunggu penumpang. Tepatnya di depan Alfamart kampus UIN. Tiba-tiba datang terdakwa bersama rekan-rekannya dan mengeroyok korban," kata Jaksa.

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR