KALIANDA--Muzani Bin Umar, Kepala Desa (Kades) Nonaktif Desa Merak Belantung, Kecamtan Kalianda, Lampung Selatan menjadi pesakitan di PN Kalianda, Selasa (23/5/2017). Pasalnya, terdakwa telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Ambok Anggara.

Dalam sidang perdana itu, dipimpin Majelis Hakim Deka Diana, dibantu Chandra dan Yuda Dinata selaku hakim anggota dan didampingi penitera pengganti Yan Sudarma. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Barokah mewakili JPU Syukri.



JPU Siti Barokah, dalam surat dakwaanya menjelaskan pada Kamis, 5 Januari lalu, sekitar pukul 09.00 saksi Robanik Bin Karim menikahkan anak dan malamnya diadakan hiburan organ tunggal di halaman rumah Muhidin di Dusun Kenjuru Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, sekitar pukul 24.20 terdakwa meminta kepada saksi Madnursi Bin Usman selaku MC untuk menghentikan hiburan organ tunggal tersebut.

Namun, kata JPU, terdakwa mendengar teriakan dari kerumunan orang banyak yang meminta hiburan organ tunggal dilanjutkan. Mendengar teriakan itu, terdakwa emosi dan langsung menghampiri Ambok Anggara yang ada dikerumunan keramaian tersebut. Selanjutnya, terdakwa langsung memukul mulut korban dengan menggunakan tangan kanan yang terdapat cincin. Akibanya, 1 gigi rahang atas bagian depan korban lepas dan lecet serta memar pada bibir bagian atas sesuai dengan visum et reventum (VER) dari RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung No. 353/0068.c/4.13/I/2017 ditandatangani oleh dr. Laisa Muliati.

“Atas perbuatanya terdakwa, jerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang, penganiayaan,”jelas JPU.
Setelah, mendengarkan surat dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim PN Kalianda Deka Diana, bertanya kepada terdakwa apakah paham dan mengerti terhadap isi surat dakwaan JPU. Karena, terdakwa sudah paham. Maka, JPU diminta menghadirkan para saksi.

Akhirnya, sidang ditunda selama sepakan. Karena, JPU belum bisa menghadirkan para saksi pada sidang perdana ini. “Karena, para saksi belum bisa dihadirkan. Maka, sidang kami tunda hingga seminggu,”ujar Deka Dina

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR