METRO (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Metro yang diketuai Benny Arisandy mendengarkan keterangan dua orang saksi yang diajukan penggugat, Asrori. Kedua orang saksi tersebut adalah Andi Azwar dan Yamin.

Dihadapan majelis hakim saksi pertama yakni Andi Azwar, menerangkan bahwa mobil Toyota Avanza bernomor polisi BE-2207-YL adalah milik Asrori. Hal itu diketahui setelah Andi Azwar berkunjung ke rumah Asrori dan kendaraan tersebut ada di rumah Asrori. "Asrori menceritakan bahwa mobil tersebut beli dari Purbolinggo, Lampung Timur. Setelah beberapa lama Asrori bercerita kembali bahwa mobil tersebut dibawa saudara Rio untuk dijual kepada saudaranya di daerah Ganjaragung, Metro Barat dan ternyata setelah beberapa hari tidak ada kabar dan Rio juga menghilang," kata dia.



Setelah lapor polisi, kata dia, pihaknya mencium keberadaan mobil tersebut berada di sebuah showroom mobil di Bandar Lampung dan saksi juga ikut serta bersama dengan aparat kepolisian mendatangi showroom tersebut dan mobil tersebut ada di showroom itu. "Kepada pemilik showroom dijelaskan oleh kepolisian bahwa mobil tersebut lagi bermasalah dan jangan dulu dioperalihkan," ujarnya.
 
Tetapi saat akan dilakukan penyitaan, ternyata mobil tersebut sudah berpindah tangan kepada Larasati. Kuasa hukum pengguggat Hadri Abunawar menanyakan kembali kepada saksi bahwa saat bersama-sama dengan aparat kepolisian sudah mengatakan dengan pemilik showroom untuk tidak mengoperalihkan mobil tersebut namun kemyataannya kendaraaan tersebut telah dijual.

Selanjutnya saksi kedua, Yamin dalam kesaksianya mengatakan, bahwa dia ikut serta saat pembelian mobil tersebut di daerah Purbolinggo, Lampung Timur. Dia bersama dengan Asrori dan Win ke daerah Purbolinggo untuk membeli mobil tersebut. Yamin pun turut menjadi saksi dalam transaksi jual beli tersebut. Pemilik mobil sebelumnya adalah Hi. Peni. Dan mobil tersebut dibawa ke Metro oleh Win yang juga saudara kandung dari Hi peni.

Kuasa hukum penggugat Hadri Abunawara juga menanyakan hal yang sama kepada saksi kedua tentang tidak boleh dioperalihlan status kendaraan tersebut. Hadir dalam sidang tersebut tergugat 1 Sulyadi (48) pemilik showroom. Penggugat Asrori didamping kuasa hukumnya Hadri Abunawar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR