BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar melakukan inspeksi mendadak ke kantor Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung yang terletak di area Terminal Tipe A Rajabasa, Rabu (13/6/2018) siang.

Dengan menggunakan pakaian bebas, kemeja pendek dan celana dasar panjang, Yusuf Kohar langsung naik ke lantai dua gedung tersebut. Tak banyak aktivitas di gedung yang cukup megah dan banyak ruangan itu. Hanya ada empat petugas, dua perempuan dan dua pria yang berada di lantai dua ruang kontrol yang sedang memantau lalu lintas Kota Bandar Lampung melalui CCTV.



Diruangan itu Yusuf Kohar sempat berbincang dengan petugas, dan menanyakan bagaimana cara kerja ATCS tersebut. Kepada Yusuf Kohar salah satu petugas mengatakan bahwa dari CCTV yang tersebar di beberapa titik lampu merah dan persimpangan di Kota Bandar Lampung dapat memantau kemacetan dan memberi teguran kepada pengendara yang melanggar, misal berhenti di zebra cross saat di lampu merah.

Teguran diberikan melalui pengeras suara yang sudah terpasang di tiang yang ada dilampu merah yang juga terpasang CCTVnya. Jika melihat pengendara berhenti di zebra cross, petugas akan memperingati melakui microfon yang sudah terkoneksi dengan pengeras suara tersebut.

Pada kesempatan itu, Yusuf Kohar sempat memberi imbauan kepada pengendara agar berhati hati dan mentaati peraturan lalu lintas agar selamat dalam berkendara.

Dalam sidak itu terungkap pula bahwa akibat pembangunan sejumlah underpass beberapa CCTV terputus dan terpaksa dilepas. Seperti di lampu merah MBK, lampu merah Pramuka, dan tugu Raden Intan. Sedangkan yang masih terpasang antara lain lampu merah terminal Rajabasa, lampu merah Tugu Adipura, dan tugu Juang.

"Saya lihat ini sistem yang sangat baik yang bisa mengontrol situasi kondisi jalan rata, harapan kita ATCS ini diperluas semua simpang dan jalan yang menyebabkan kemacetan," kata Yusuf Kohar.

Yang ada saat ini, kata dia, justru pemkot mengurangi CCTV yang terpasang ditiga tempat, yakni MBK, Pramuka, dan Tugu Raden Intan karena imbas pembangunan flyover.

"Ini sudah bagus dibantu pemerintah pusat dengan adanya ATCS ini tapi jangan diputuskan, seperti di MBK, Pramuka dan Tugu Raden Intan. Dishub ini harus mengembalikan lagi, bila perlu tingkatkan bila perlu link ke samsat sehingga kalau ada pelanggaran langsung ditindak seperti di Surabaya kan sudah seperti itu," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR