LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 18 June
3577
Kategori Muda
Penulis Nur Jannah
LAMPUNG POST | Sibuknya Sambut Lebaran
Pembeli memilih baju-baju yang dapat digunakan saat bersilaturahmi dengan kerabat pada Idulfitri nanti. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

Sibuknya Sambut Lebaran

SAHABAT Muda, tinggal satu pekan lagi semua umat Islam bakal merayakan Idulfitri. Kebayang kan banyak banget hal yang harus kamu siapin untuk menyambut tamu-tamu, bersilaturahmi dan kumpul bersama dengan keluarga menjadi salah satu momen paling ditunggu setiap tahun.
Menyambut momen tersebut, pasti kamu ingin tampil spesial dari hari biasanya bukan. Satu hal yang harus ada saat menyambut Lebaran adalah kue Lebaran, dan sederet persiapan lainnya, seperti ketupat, rendang, opor, dan lain-lain. Untuk menyambut hari istimewa tersebut, menurut kalian harus serbabaru enggak sih, Guys? Terutama soal baju Lebaran, apalagi untuk kamu anak-anak muda, khususnya perempuan, pasti ingin tampil berbeda dari biasanya.
Sahabat muda kita, Fatana Gina, mengatakan anak muda, baik laki-laki maupun perempuan, yang paling lumrah untuk menyambut Lebaran adalah outfit atau pakaian Lebaran karena semua orang ingin tampil terbaik, tetapi untuk anak perempuan pastinya punya pekerjaan rumah tersendiri, yakni menyiapkan kue Lebaran untuk menyambut tamu saat Lebaran.
"Yang pasti sudah jadi tradisi di Indonesia yang ditunggu setiap tahun adalah bersih-bersih rumah karena itu menjadi simbol Idulfitri untuk memulai kembali semua kebaikan dan kembali fitri," ujar mahasiswi Universitas Lampung ini.
Menurutnya, tampil istimewa menyambut hari bahagia bukan berarti harus baru, yang penting adalah pakaian terbaik dan rapi. Salah satunya dengan memanfaatkan busana atau pakaian lama, tetapi masih bagus dan layak pakai, dan tentunya tidak kuno alias ketinggalan zaman.
"Bagus bukan berarti baru ya, biasanya kan kita punya busana khusus untuk acara-acara tertentu saja, nah Lebaran ini menjadi salah satu momennya," kata dia.
Tidak hanya persiapan fisik, yang paling penting adalah memanfaatkan sisa Ramadan yang tinggal menghitung hari dengan memaksimalkan momen Ramadan sebaik mungkin. "Kewajiban utama untuk beribadah lebih khusyuk lagi di 10 hari terakhir Ramadan. Walaupun disibukkan dengan persiapan Lebaran."
Hal senada diungkapkan sahabat muda lainnya, Lidya Agusta, mahasiswi jurusan Bahasa Inggris di STKIP Bandar Lampung. Menurutnya, yang paling penting dari Idulfitri adalah momen untuk saling maaf-memaafkan, kembali ke fitri atau bersih. Selain itu, setelah lama tidak bertemu dengan rekan atau saudara, Lebaran menjadi momen untuk saling menghubungi dan bersilaturahmi satu sama lain.
"Biasanya kalau mau Lebaran seperti ini saya ngubungin teman-teman, janjian kapan bisa kumpul bareng, saling memaafkan," ujarnya.
Menyambut Idulfitri yang sering dilakukan oleh keluarga bersih-bersih rumah atau renovasi dan tidak lupa menyiapkan THR untuk sanak famili yang berkunjung. Adapun untuk urusan baju, hal itu bergantung kemampuan keuangan masing-masing yang pasti adalah saling memaafkan.
"Kalau mau tampil beda juga bisa juga tanpa harus baju baru, salah satunya dengan memodifikasi baju lama sehingga terlihat lebih stylish. Salah satunya kamu bisa mendesain baju kaus yang dipadukan dengan puter sehingga terlihat baru. Namun, kalau mau beli baju baru juga enggak masalah dan itu lumrah mau beli satu atau banyak, tergantung kemampuan masing-masing," kata dia.
Lidya melanjutkan baju baru atau berpakaian bagus juga menjadi salah satu sunah saat menjalankan ibadah salat Idulfitri dianjurkan untuk memakai wewangian dan menyucikan hati kembali ke fitri.
"Karena di situ menjadi momen kita untuk berkumpul dengan keluarga dan temen-temen yang mungkin sudah lama enggak ketemu, tidak ada salahnya juga kita tampil spesial juga," ujarnya.
Sahabat muda lainnya, Elisa, mengatakan persiapan menyambut Lebaran yang rutin dilakukan adalah menyiapkan kue untuk tamu-tamu yang akan berkunjung. Sebab, berkumpul dengan sanak saudara jarang dilakukan kecuali acara-acara tertentu seperti Lebaran. Kemudian, persiapan Lebaran lainnya dengan tampil berbeda di hari biasanya itu merupakan hal wajib.
"Kan enggak mungkin juga banyak tamu datang kita enggak rapi, nanti disangka enggak sopan enggak menghargai tamu," kata Elisa.
Menurutnya, menyambut hari bahagia itu dianjurkan memakai pakaian yang bersih, tetapi itu bukan berarti baru. Hal ini menjadi salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.
"Semua umat Islam di dunia bersuka cita menyambut Lebaran sebagai hari kemenangan."

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv