KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Susilo Yustinus memiliki tugas berat, yakni untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai. Secara khusus, kasus-kasus korupsi besar seperti penangkapan 28 daftar pencarian orang (DPO) serta dua DPO paling dicari, yaitu Sugiharto Wiharjo alias Alay dan Satono. 
Lantas, program seperti apa ke depan, serta upaya apa yang akan dilakukan oleh Kajati Lampung Susilo Yustinus untuk menyelesaikan kasus-kasus di Lampung. Berikut kutipan wawancara wartawan Lampung Post, Nur Jannah dan Febi Harumanika, usai serah terima jabatan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Lampung dari pejabat lama Leonard Ebenezer Simanjuntak kepada pejabat baru Raja Sakti Harahap, Selasa (13/3).

Sebelumnya, kami ucapkan selamat datang di Bumi Lampung dan selamat kepada bapak sebagai kepala Kejati Lampung. Program apa yang akan Bapak lakukan ke depannya?
Terima kasih, kami sudah bertemu dengan teman-teman dan saat ini sudah menyiapkan program kerja ke depannya. Yang pertama adalah tentu saja melanjutkan program yang sudah berjalan dari Kajati Sebelumnya. Program-program terbaik akan kami lanjutkan, seperti pembinaan, intelijen pidana umum, pidana khusus, perdata dan tata usaha negara, dan pengawasan, semua akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur operasional standar.



Apa terobosan yang akan Bapak lakukan untuk menyelesaikan kasus-kasus DPO di Lampung, seperti apa penanganannya?
Penanganan kasus DPO tetap kami lanjutkan. Kami sebagai aparat penegak hukum tentu saja memiliki tugas untuk menyelesaikan tugas tersebut. Kami sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah. BUMD akan melanjutkan dan mendampingi hal-hal lain juga, seperti pidana dan perdata, sesuai kemampuan yang ada.

Fokus seperti apa yang dilakukan untuk penuntasan kasus DPO di Lampung?
Ada 28 DPO yang masih berkeliaran dan semuanya menjadi atensi. Saya sudah berkoordinasi dan memerintahkan Asintel Kejati Lampung yang baru dilantik untuk membentuk tim khusus. Ke-28 DPO menjadi tugas Kejati untuk menangkap satu per satu. Kami akan menurunkan tim terbaik dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Apakah Kejati sudah memiliki identitas DPO dan bagaimana perkembangannya saat ini?
Kami sudah mengantongi identitas 28 DPO dan meminta bantuan informasi keberadaan mereka dari masyarakat, terutama dua DPO yang paling dicari yakni Alay dan Satono. Keduanya menjadi atensi. Semua menjadi prioritas, mudah-mudahan semua bisa kami laksanakan. Penyidikan kasus para DPO ini akan kami lihat dulu sebarannya seperti apa, akan kami selidiki. Kami akan memanggil penyidik pidana khusus Kejati Lampung untuk memaparkan perkembangan hasil perkara penyidikan untuk memaparkan sejauh mana perkembangannya kemudian kami ekspos. 

Apakah tidak menjadi beban saat bertugas di Lampung?
Tidak ada sedikit pun keraguan dari diri saya dalam menegakkan hukum secara profesional, lebih-lebih untuk perkara-perkara tindak pidana korupsi.
Saya diberikan tugas pimpinan untuk menjadi kajati Lampung. Langkah yang akan dilakukan terutama penegakan hukum yang profesional dan siap menjalankan undang–undang dalam penegakan hukum dan bekerja secara profesional. Jadi sepanjang ada alat bukti yang kuat akan diproses, sehingga kredibilitas Kejati Lampung tidak dikhawatirkan.

BIODATA
Nama : Susilo Yustinus
Kelahiran : Yogyakarta, 14 Maret 1959
Jabatan : Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR