BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Suara keras alat berat penggali tanah pembangunan flyover pertanda para pengguna jalan sudah masuk Jalan Pramuka, Bandar Lampung. Rigid beton aspal hitam yang begitu mulus mengantar wartawan Lampung Post ke sebuah gedung megah berlantai dua bernama Pasar Kemiling, Jumat (24/11/2017).
Megaproyek ratusan ruko di ujung Jalan Pramuka kini kondisinya mulai hancur dan puing bangunan berantakan tidak menentu. Miliaran uang rakyat hasil pungutan pajak diganti dengan pemandangan bangunan pasar setengah jadi warisan pengembang yang melarikan diri.
Bangunan dengan hiasan cat hijau itu mati suri, pedagang pun satu per satu menjauh. Kini kondisinya hanya menyisakan sepi karena pembeli pun enggan datangi lokasi.
Air memenuhi lokasi saat hujan turun karena tiadanya atap. Terminal di lokasi pun lengang seolah turut mati karena bangunan tidak kunjung diperbaiki.
Meski sepi, sebagian beberapa pedagang tetap bertahan mengais rezeki. Beruntung, tidak ada retribusi dalam transaksi di pasar setengah hati ini.
Pemerintah tidak kunjung mendatangi lokasi seolah alergi dengan bangunan setengah jadi ini yang ditinggal kabur pengembang. Aset berarti gedung ini pun belum tercatat di BPKAD Pemerintahan Kota Tapis Berseri.
Mini, perempuan lanjut usia penjual sayuran di pasar ini, tidak banyak mengerti mengapa pasar dibiarkan seperti saat ini. Karena sepi, debu memenuhi setiap hamparan lantai dan los pedagang yang tidak kunjung jadi ini. "Saya tidak mengerti kenapa pada pergi dari sini, saya jualan memang sudah sepi sudah enggak ada pedagang lagi," ujar Mini.
Menurut dia, di dalam pasar hanya dia dan satu orang perempuan yang seusia dengannya berjualan makanan sejak satu tahun terakhir. "Hanya kami berdua ini yang berjualan di dalam, walaupun sepi masih ada saja uang yang dibawa pulang," kata dia.
Mini berharap pembangunan pasar megah ini dilanjutkan lagi karena lokasi sangat strategis tidak jauh dari jalan besar dan selalu ramai dilintasi pengemudi. "Harapannya dilanjutkan lagi pembangunannya supaya enggak sepi begini, lumayan pasti pemerintah dapat retribusi," ujarnya.
 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR