JAKARTA (Lampost.co)--Shell Lubricants Indonesia meluncurkan dua produk unggulannya, yaitu Shell Flavex 595B, Shell Risella X dan berbagai produk portfolio dalam kategori process oil. "Produk process oil ini umumnya merupakan bahan baku untuk mendukung industri manufaktur terutama manufaktur ban otomotif,  industri kosmetik dan industri kimia lainnya,' kata Bambang Wahyudi VP Technical PT Shell Indonesia di Jakarta, Senin (11/6/2018).
Bambang mengatakan Shell Flavex 595B adalah oil extender atau minyak paraffinic pemroses khusus karet yang non-carcinongenic. Produk ini membuat proses produksi ban jauh lebih berkualitas dan lebih aman untuk lingkungan dan manusia daripada minyak bahan baku lain yang biasa digunakan selama ini dengan teknologi Distillate Aromatic Extract (DAE).
Keuntungan lain, dengan Shell Flavex 595B yang memiliki flashpoint yang tinggi membuat produsen ban bisa melakukan proses produksi yang lebih aman dan kompatibel dengan karet alami.
“Kami memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman bekerjasama dengan produsen ban, untuk memastikan mereka menggunakan bahan baku yang berkualitas terbaik atau minyak extender untuk ban yang lebih kompetitif," katanya.
Pertumbuhan otomotif yang kian berkembang itu telah mempengaruhi pertumbuhan yang kuat industri ban dan permintaan karet di Indonesia.
Shell Flavex 595B telah lulus pengujian yang ketat dari REACH yaitu sejenis badan sertifikasi dan pengujian internasional bahan kimia untuk industri hilir.
“Kami yakin bisa memberikan ketenangan pikiran konsumen karena bahan baku mentah yang digunakan produsen ban tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan,” tegasnya. 
Sedangkan rangkaian produk Shell Risella X adalah jajaran produk process oil teranyar dengan Teknologi Gas ke Cair (Gas to Liquid) dari Shell. 
Doori Pakasa, VP Sales Direct PT Shell Indonesia sangat yakin dengan produk ini, karena Shell Risella X tidak seperti produk process oil yang berbasis minyak mentah.
“Shell Risella X diproduksi dari gas alami, jadi akan lebih mampu menghadirkan estetika dan tampilan yang lebih prima sesuai keinginan pelanggan akhir sebuah industri,” jelas Doori. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR