JAKARTA (Lampost.co)--Pasta gigi Shasa--pasta gigi mengandung siwak-- tidak hanya memiliki sertifikat halal, tapi juga sertifikat Sistem Jaminan Halal (SJH) sehingga memberi kenyamanan dan ketenangan khususnya bagi umat Islam.

Hal ini terungkap dalam diskusi Media Talkshow ”Beyond Halal” Menyingkap Jaminan Halal Pasta Gigi Sasha di Jakarta, Kamis (9/5).



Diskusi menghadirkan Lukmanul Hakim, Ketua LPPOM MUI, Syifa Fauziah, Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan Brand Manager Sasha PT Kino Indonesia, Danti Nastiti.

Menurut Danti, pasta gigi Sasha tidak hanya memiliki functional benefit, namun juga emotional benefit. Sifatnya seperti spiritual benefit untuk konsumen, mengingat siwak disunahkan oleh Rasul.
“Saat mengembangkan produk ini, kami percaya bahwa sunah pasti ada alasannya. Ternyata memang menurut WHO, siwak membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut,” kata Danti.

Terkait persyarataan SJH, Lukmanul Hakim mengataka persyaratan untuk mendapat sertifikat SJH bukan hal mudah. Setidaknya ada 11 persyaratan yang harus dipenuhi.
“Sebelum bisa mendapatkan sertifikat SJH, suatu produk harus lulus mendapatkan sertifikat Halal tiga kali berturut-turut dengan nilai A atau excellent,” terang Lukmanul.
Adanya SJH membuktikan produk tersebut bauakan hanya bebas dari material haram, namun setidaknya ada 11 kriteria yang lebih komprehensif untuk Sistem Jaminan Halal.
Payung hukum Jaminan Produk Halal adalah sertifikat Halal yakni berdasarkan UU Sertifikasi Halal, UU No. 33 tahun 2013.

Menurut Syifa, pasta gigi Sasha juga mengandung siwak yang masuk dalam salah satu perintah nabi. “Orang Indonesia belum terlalu terbiasa dengan penggunaan siwak dalam bentuk utuh. Dengan dikemas dalam pasta gigi ini, kita tidak hanya bersykur karena menggunakan produk halal tetapi juga bisa meningkatkan ketaqwaan karena mengandung siwak yang disunahkan nabi,” tutur Syifa.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR