JAKARTA (Lampost.co)---Terdakwa korupsi KTP elektronik Setya Novanto meminta izin kepada majelis hakim agar dapat menemui keluarganya setiap sebelum persidangan. Selama ini, Novanto mengklaim tidak pernah bertemu dengan keluarganya sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Saya minta izin kepada JPU (jaksa penuntut umum) mengenai kalau setiap pagi atau persidangan, izin agar terdakwa bisa ketemu dengan keluarganya sebelum sidang," ujar kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).



Maqdir juga mempertanyakan, alasan kliennya dilarang bertemu keluarganya. Ia hanya ingin memastikan, sebab, dalam beberapa kali persidangan, Novanto baru bisa menemui keluarganya sesudah sidang.

"Makanya kami bertanya apakah ini ada secara resmi larangan karena menahan terdakwa ini hakim? Apakah memang ada larangan selama persidangan untuk bertemu keluarga sejak hadir di gedung?" tanya dia.

Tidak hanya itu, Maqdir juga meminta agar jaksa KPK bisa menyampaikan soal saksi-saksi yang akan dihadirkan sebelum persidangan. Hal tersebut guna kuasa hukum juga bisa menyiapkan pertanyaan sebelum sidang dimulai.

Menanggapi permintaan Novanto, Ketua Majelis Hakim Yanto mengatakan tidak ada larangan Novanto bertemu keluarga sebelum sidang. Namun, pihak Novanto harus berkoordinasi lebih dulu dengan jaksa terkait hal tersebut.

"Demikian permintaan permohonan penasihat hukum, pertama permohonan sebelum sidang keluarga diizinkan bertemu. Kemudian dari majelis tidak pernah melarang, Itu teknis JPU, saudara koordinasi dengan JPU, keluarga yang mau bertemu dengan terdakwa," tegas Yanto.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR