BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, menuntut Eduardo Dilian Nova (35) warga Abung Selatan, Lampung Utara dengan pidana penjara selama enam tahun penjara dan  membayar pidana denda Rp10 juta subsider Enam bulan, hal ini terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang Senin (14/5/2018).

Jaksa Penuntut Umum Alfriady Effendi dipersidangan menurutkan, terdakwa Eduardo bersalah melakukan tindak pidana telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan membuat dapat diakses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan sebagai mana dimaksud dalam pasal 27 Ayat (1) sebagai mana diatur dalam pasal 45 ayat (1) pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.
"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Eduardo Dilan Nova dengan pidana penjara selama Enam tahun, serta denda Rp10 juta, Sub 6 bulan dengan perintah terdakwa tetap dilakukan penahanan,"katanya.



Dalam dakwaan jaksa kasus penyebaran video porno ini bermula ketika saksi Indri Gusmayanti Selasa (13/9/2016) memanggil dan memberitahukan kepada korban bahwa mengetahui bahwa ada  2 video laki-laki dan perempuan yang sedang melakukan hubungan layaknya suami istri dan perempuan yang ada dalam video tersebut mirip dengan saksi AT sedangkan pemeran laki-laki dalam video itu adalah Eduardo.
"Indri memperlihatkan video itu kepada AT dan Diakui saksi bahwa perempuan yang didalam video tersebut adalah benar dirinya dan laki-Iaki yang ada dalam video tersebut adalah terdakwa Eduardo," ujar Jaksa.
Video itu, kata jaksa terbagi menjadi dua, pertama berdurasi 3.24 (tiga menit dan dua puluh empat detik) dan video kedua berdurasi 50 detik.  Video itu lanjut jaksa diambil disalah satu penginapan di Bandar Lampung pada Sabtu (29/11/2014) silam.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR