BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menjatuhkan tuntutan pidana penjara terhadap Deni Ramdani (36) Warga Kelurahan Kerta Bumi, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dengan pidana penjara kurungan selama 10 tahun penjara.
Jaksa Elis Mustika dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, pada Kamis (5/7/2018) mengatakan, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal  perlindungan anak, atas perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa terhadap anak di bawah umur pada 23 September 2017 silam.
"Terdakwa secara sah terbukti bersalah, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, dengan denda Rp1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara," ujar Elis Mustika.
Jaksa Elis Mustika menjelaska, terdakwa dan saksi korban S (17) pada awal tahun 2017 berkenalan melalui media sosial Line. Sekitar beberapa bulan berkenalan keduanya menjalin asmara meski belum pernah bertemu. Karena terdakwa tinggal di Cimahi dan bekerja di Bali, sementara saksi korban di Bandar Lampung. Keduanya sering berkomunikasi melalui pesan singkat dan video call.
Melalui pesan obrolan antara terdakwa dan korban, terdakwa sering meminta bukti kepada korban untuk menyerahkan keperawanannya. Dengan melakukan hubungan badan dengan iming-iming terdakwa akan bertanggung jawab menikahi saksi korban SS apabila saksi korban hamil.
“Pada 20 September 2017 terdakwa mengatakan kepada korban akan pergi ke Lampung menemuinya. Saat itu terdakwa meminta dicarikan hotel untuk terdakwa menginap. Saat itu korban menyarankan untuk menginap di Hotel Pelangi di Jalan Tulung Bawang,” kata Jaksa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat (20/4).
Di kamar hotel tersebut keduanya ngobrol di atas tempat tidur. Setelah beberapa kali terdakwa merayu saksi korban, keduanya pun melakukan hubungan layaknya suami-istri. “Setelah melakukan hubungan badan, keduanya sempat bertengkar. Karena terdakwa menuduh korban S sudah tidak perawan lagi,” kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR