LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 June
4703

Tags

LAMPUNG POST | SETITIK AIR: Ngaso
Susilowati, wartawan Lampung Post. Lampost.co

SETITIK AIR: Ngaso

SUBUH tiba, para penjual di pasar pagi telah mempersiapkan dagangan bahkan sejak semalam. Dari pedagang roti yang memanggang roti dari sore, tukang cendol yang merebus dagangan sejak malam, tukang sayuran yang menyiram dagangannya supaya pagi tak layu. Tak kalah tukang bumbu yang telah merapikan bawang putih bawang merah ditata sedemikian rupa supaya menarik di mata pembeli.
Belum lagi pedagang pakaian, pedagang ikan, pedagang gorengan, dan segala ruah yang ada di pasar, adu pagi untuk sampai di pasar, berharap tak kesiangan menyambut rezeki yang diharapkan.
Para pekerja kantoran pun tak ketinggalan. Malam menyiapkan bahan presentasi di acara meeting dengan pimpinan, berpacu dengan kerasnya persaingan, membuat inovasi baru untuk kemajuan. Berangkan kantor pukul delapan, di jalan terjadi kemacetan, tetap semangat mencapai tujuan. Sampai di kantor pukul sembilan, tugas sudah menanti dalam tumpukan, waktu salat pun nyaris tak dihiraukan, kalau saja perut tak memanggil untuk makan siang.
Pulang kerja di kala senja, lelah badan tiada terkira, saatnya mandi dan kumpul keluarga, apa daya masih ada lemburan yang tak bisa ditunda.
Semua orang sibuk para bidangnya, tiap jiwa berpacu dalam lelahnya, untuk mencapai target pun cita-cita. Hari-hari adalah mengejar mimpi, tiada hari tanpa memacu prestasi, berlari dan terus berlari. Kapankah berhenti? Apakah kita menunggu kata berhenti itu saat kita dinyatanya mati?
Syekh Ibn Ataillah, dalam kitab Al Hikam menulis, “Arih nafsaka min al-tadbir. Fa-ma qama bihi ghairuka ‘anka la taqum bihi anta li-nafsika.” Yang artinya buatlah dirimu santai dan istirahat, tak dirisaukan oleh urusan tadbir (bekerja/berusaha). Sebab, apa yang sudah dikerjakan oleh orang lain, tak ada gunanya engkau mengerjakannya sendiri untuk dirimu.
Tak ada salahnya kita mendengarkan nukilan ulama besar ini, istirahat sejenak untuk diri, untuk jiwa, untuk jasmani. Beristirahat dari mengejar duniawi, beristirahat dari mendaki ambisi, beristirahat dari persaingan, beristirahat makan untuk menjdapatkan jasmani sehat, syukur bisa mencapai yang termaktub dalam Alquran, mencapai jiwa yang takwa.
Mari beristirahat sejenak, pulang ke muasal kita, ke kampung halaman kita, kembali ke jiwa kita, ke diri kita, kembali kepada Pencipta, untuk ngaso dalam fitrah yang indah, karena ngaso bagian dari kerja.

LAMPUNG POST
TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv