KALIANDA (Lampost.co)--Setelah melalui rembuk pekon yang alot, akhirnya beberapa pemuda dari Desa Mekarmulya dan Rejomulyo, Kacamatan Palas, Lampung Selatan, yang sempat bertikai sepakat berdamai secara permanen.
Rembuk pekon dihadiri Kanit Reskrim Polsek Palas, Aiptu Suyitno Anggota Koramil Palas Kapten (Inf) Mursalin Syam, Sekretaris Camat Palas R. Darmawan, Kepala Desa Mekarmulya Rasiwan, Kepala Desa Rejomulyo para tokoh dari kedua di Balai Desa Mekarmulya, Selasa (3/7/2018).
Kepala Desa Mekarmulya, Rasiwan mengatakan permasalahan mengenai penyerangan, pengeroyokan dan penganiayaan pada Senin (18/6/2018) lalu di Dusun Karanganyar dan Dusun Banjar, Desa Mekarmulya yang dilakukan warga Desa Rejomulyo menemui jalur perdamaian. Dimana, kedua belah pihak telah menyepakati beberapa kesepakatan dalam rembuk pekon. 

"Poin pertama beberapa warga Desa Rejomulyo mengakui kesalahan melakukan pengeroyokan dan penganiaan hingga merugikan beberapa warga Desa Mekarmulya. Poin kedua, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat Desa Rejomulyo siap bertanggung jawab bila terjadi kembali," kata dia, melalui sambungan whatsapp, Selasa (3/7/2018) malam. 



Selanjutnya, kata Rasiwan, poin ketiga warga Desa Mekarmulya dan Desa Rejomulyo sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai dan kekeluargaan, tanpa saling menuntut melalui jalur hukum pidana maupun perdata. Kemudian, tidak ada rasa dendam dikemudian hari dan saling menjaga ketertiban dalam kerukunan.
"Pada poin selanjutnya, pihak warga Desa Rejomulyo bersedia untuk mengganti rugi berupa biaya pengobatan dan perawatan sebesar Rp7 juta serta mengganti handphone yang hilang saat kejadian. Terakhir, kedua belah pihak bersedia saling memaafkan dengan ikhlas," ujarnya. 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pada aksi penyerangan dari warga Desa Rejomulyo itu mengakibatkan sebanyak 9 warga Desa Mekarmulya mengalami luka memar dibeberapa bagian tubuh, tangan digigit, dan luka bagian hidung. Penyerangan itu dipicu permasalahan kenakalan anak remaja. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR