SEKAMPUNG (Lampost.co)--Serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi di Desa Sumber Gede Kecamatan Sekampung sejak beberapa pekan terakhir ternyata berakibat cukup fatal bagi petani. Pasalnya, akibat serangan hama pengerat ganas tersebut tidak sedikit tanaman padi petani yang puso sehingga saat panen nanti diperkirakan hasilnya akan menurun hingga mencapai 40%.

Seorang petani di Desa Sumber Gede, Kecamatan Sekampung, Mulyono,  Rabu (11/7/2018), kepada Lampost.co, menjelaskan munculnya serangan hama tikus di wilayahnya sejak beberapa pekan terakhir membuat para petani benar-benar kewalahan dan resah.
Para petani kewalahan dan resah sebab serangan hama pengerat ganas itu meski sudah dicoba ditanggulangi tetap saja muncul kembali, bahkan dengan pola serangan yang lebih ganas dan cepat.  Akibatnya belasan hektare tanaman padi petani  kini sudah puso dilalap hama tersebut.
Dijelaskan Mulyono, jika tidak diserang hama tikus  atau hama-hama lainnya biasanya dalam satu hektare petani bisa memanen padi hingga mencapai 5,5 ton/ha.  Namun dengan adanya serangan hama pengerat tersebut hasil panen petani dipastikan akan menurun drastis.
Sebab meski masih ada sisa tanaman padi di lahan sawah kata Mulyono, itu juga biasanya hanya pada bagian pinggir-pinggirnya saja. Sementara pada bagian tengah lahan sawah hampir seluruh tanaman padinya sudah puso dimakan hama tikus.
Dengan kondisi tanaman padi yang sedemikian rupa, para petani akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya berharap agar masih ada tanaman padi yang tersisa dan dapat dipanen pada musim panen nanti. 



Karena itu tandas Mulyono, para petani sudah dapat memastikan bahwa akibat serangan hama tikus tersebut, hasil panen mereka nanti diperkirakan akan mengalami penurunan drastis hingga 40% bahkan bisa juga lebih. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR