JAKARTA (Lampost.co)--Hampir separuh penduduk Jakarta ternyata tidak tinggal di rumah yang bisa mereka beli sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh tim Bussiness Inteligent Rumah123--Situs Property, bagian dari REA Group, meski tinggal di rumag yang berlabel milik sendiri, namun rumah tersebut diperoleh dari warisan.

"Betul pengakuannya tinggal di rumah sendiri. Namun rumah tersebut mereka peroleh dari warisan, bukan dibeli dengan uang mereka sendiri," kata Country General Manager Rumah123, Ig Untung, saat memaparkan Sentimen Survey H-1/2018  di kantor Rumah123, Eighty Eigth Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (15/5).
Hasil survei ini, menurut Untung, terbaling masih sangat mengkhawatirkan. Mereka yang memiliki penghasilan bulanan baik di bawah atau di atas Rp10 juta tetap kesulitan membayar Down Payment (DP) rumah.
Besarnya uang muka atau DP ternyata masih menjadi momok di semua kelompok penghasilan.
"Jadi kurang tepat jika berpikir hanya mereka dengan penghasilan kecil yang kesulitan menyedianan dana untuk DP," kata Country General Manager anak perusahaan REA Group Australia ini.
Jika mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan kesulitan membayar DP lantaran kurangnya penghasilan, maka berbeda pula dengan yang berpenghasilan di atas Rp10 juta.
Golongan berpenghasilan tergolong besarini cendung kesulitan membayar DP karena terlilit hutang misalnya credit Card, kredit tanpa agunan (KTA), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).
Menurut Untung, menariknya, ada tren definisi investor terkini. Meski baru petama kali membeli properti, namun para milenial sudah enggolongkan dirinya sebagai investor, bukan first home buyer.
Responden milenial sudah cukup sadar properti memiliki return yang bagus.
"Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah porperti, makan mereka akan berpikir itu sebagai sebuah investasi," katanya.
Data menunjukkan, 60,32 persen milenial di rentang usia 22-28 tahun mencari hunian sebagai bentuk investasi, sementara 39,68 persen lainnya belum berencana sedikitpun.
Meningkat cukup banyak, setidaknya ada 75 persen milenial di rentang usia 29-35 tahun yang mulai mencari hunian investasi.
Pola pikir pragmatis juga mewarnai keputusan pembelian properti degan menggunakan fasilitas KPR. Hal ini cenderung terjadi pada masyarakat di bawah Rp10 juta yang rela membayar cicilan dengan bunga lebih tinggi selama proses pengajuannya tidak terlalu sulit.



Sentimen Survey H-1/2018 ini melibatkan 1922 responden selama periode 13 Maret - 27 April 2018. Responden berasal dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR