KALIANDA (Lampost.co) -- Angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan jelang akhir tahun mencapai 187 kasus. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan Kristi Endarwati mendampingi Kepala Dinkes Lamsel Jimmy Baggas Hutapea, saat dihubungi Senin (17/12/2018).

Kristi Endrawati mengatakan terhitung sejak Januari - Desember 2018 kasus penyakit DBD ditemukan ada sebanyak 187 kasus. Sementara, untuk kasus temuan DBD pada tahun 2017 untuk priode Januari-September tercatat sebanyak 174 kasus.



"Sejak dua-tiga tahun terakhir, kasus DBD sudah mengalami tren penurunan yang cukup signifikan. Kendati demikian, kami tetap harus waspada," katanya.

Dia menjelaskan, daerah yang paling tinggi tercatat ditemukan penderita/menerima laporan kasus DBD yakni Kecamatan Natar. Sedangkan, daerah yang penyebaran DBD terendah yakni Merbau Mataram dan Tanjungsari.

"Artinya, di daerah lain ada tapi tidak terlalu banyak. Oleh sebab itu, kita terus berupaya menekan angka kasus DBD tersebut," jelas dia.

Kristi menambahkan, tren waktu penyebaran tertinggi terjadi disekitaran Desember-Februari. Hal itu berpengaruh pada kondisi cuaca. "Biasanya tinggi-tingginya di periode itu, sebenarnya ini tidak bisa diprediksi tergantung kondisi cuaca," tambahnya.

Dia mengungkapkan, pihak Dinkes Lampung Selatan pun mengimbau masyarakat untuk terus menggiatkan program 3M yakni menguras, menutup, dan menimbun wadah genangan air agar nyamuk tidak berkembang biak. "Tapi, yang penting adalah kesadaran masyarakatnya lakukan 3M plus dan giatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR